Pasuruan (beritajatim.com) – Ketua PPLIPI DPC Pasuruan, Wiwik Suryani mengungkapkan sosialita bukanlah julukan yang mengandung konotasi buruk lantaran suka pamer. Padahal, kata dia, sosialita adalah para wanita yang memiliki jiwa sosial tinggi.
“Sosialita itu wanita yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, bukan malah menonjolkan sesuatu kepunyaan yang dipunya dan dipamerkan,” begitulah kalimat yang diucap Wiwik Suryani.
Diketahui PPLIPI ini sendiri merupakan organisasi yang mewadahi seluruh wanita yang mempunyai profesi, selain ibu rumah tangga. Wiwik mengatakan, selama berproses dan tergabung di PPLIPI ini, anggota harus mempunyai jiwa sosial yang tinggi.
Ini karena aktivitas PPLIPI ini merupakan kegiatan sosial yang tidak berorientasi profit. Malah mengeluarkan uang untuk membantu sesama.
Seperti halnya saat bencana meletusnya Gunung Semeru pada awal tahun kemarin, PPLIPI yang dipimpin oleh Wiwik ini melakukan kegiatan sosial bagi korban terdampak.
Baca Juga:
2 Gedung di Perkantoran Raci Pasuruan Akan Dipasang Lift Senilai Rp2 Miliar
Selain berkecimpung di dunia organisasi Wiwik Suryani juga memiliki beberapa usaha. Di antaranya kursus Kumon di Tamandayu, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Tak jarang pula dia diminta menjadi asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) skema pendamping usaha kecil menengah.
“Sering juga mendapatkan penghargaan tingkat nasional, dan sering diundang untuk menjadi narasumber diberbagai perudahaan di wilayah Pasuruan, maupun luar Pasuruan,” jelas ibu satu orang anak tersebut.
Selain mengurus organisasi dan bisnisnya, Wiwik juga sangat menjaga dan mendidik anaknya sendiri. Menurutnya guru terbaik bagi anak merupakan kedua orangtuanya, sehingga Wiwik kerap kali menjadikan dirinya sosok sahabat dan tempat curahan hati bagi anaknya.

Menurut Wiwik, seorang perempuan seharusnya memiliki kualitas diri dan harus cerdas. Dikarenakan kecerdasan yang dipunya oleh perempuan nantinya akan di berikan kepads anaknya, sehingga diharap dengan kecerdasan yang dipunya bisa merubah masa depan bangsa dari anak-anak.
“Perempuan itu harus punya minset, jika sudah punya minset akan menghasilksn anak yang cerdas. Kecerdasan anak ini nantinya akan bisa membentuk karakter seorang anak dan diharap bisa merubah masa depan bangsa,” tutupnya. [ada/beq]






