Surabaya (beritajatim.com) – Capek berkelilimg di kawasan Kota Lama Semarang rasanya tak lengkap jika tak mencicipi Soto khas dari kota Lumpia ini. Soto Seger Kota Lama menjadi salah satu kuliner yang wajib dicicipi.
Kuahnya yang segar dan bening, dengan isi suwiran ayam, toge, bihun lalu disiram dengan kuah bercitarasa gurih dan ada sedikit pedasnya menjadi perbedaan antara soto Surabaya dengan Semarang.
Jika kita mencicipi soto Surabaya cenderung kuahnya berwarna kuning dan bercita rasa asam, gurih dan rempah. Berbeda debgab Semarang rasa campuran jahe, gurih dan manis menjadi satu rasa yang berbeda ditambah dengan warna kuah yang bening yang menjadi beda.
Soto berukuran mangkuk kecil ini, bukan hanya bisa disantap dengan nasi putih melainkan sate usus dan uritan serta gorengan tempe mendoan menjadi ciri khas setiap kedai makan soto di Semarang menyajikan ini.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/ragam/rekomendasi-warung-bakso-terenak-di-madiun-harga-cuma-rp5-ribu/
Salah satu wisatawan asal Porong, Jawa Timur, Ratna Dwi Puspitasari mengatakan jika kedua kalinya ia mencicipi kudapan Soto di Semarang. Memang beda dari bentuk ukuran satu porsi hingga rasanya sangat berbeda.
Jika di Surabaya terbiasa dengan kuah soto berwarna kuning dan berkoya, di sini sotonya cenderung berporsi kecil, berwarna putih dan rasanya perpaduan antara manis dan pedas.
“Awalnya pas coba aneh rasanya karena kita tidak terbiasa soto dengan rasa sedikit ada manisnya tapi karena ini ciri khas jadi sudah tahu. Tapi yang menarik di setiap kedai rasanya berbeda- beda saya sudah mencoba di beberapa kedai soto,”ungkap gadis berusia 21 tahun ini.
Soal harga satu porsi dengan ukuran mangkok kecil dibandrol Rp 9 ribu sedangkan mangkok besar Rp 12 ribu, sedangkan untuk sandingan kudapan ini mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu saja. (way/kun)






