Surabaya (beritajatim.com) – Varises menjadi salah satu penyakit yang terbilang disepelekan oleh masyarakat. Wajar saja, sebab penyakit ini letaknya di bawah dan kerap tertutup oleh pakaian.
Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular dr Niko Azhari Hidayat mengatakan, karena posisinya yang berada di bawah dan tertutup tersebut, membuat masyarakat enggan untuk berobat. Mereka hanya akan berobat jika varises makin parah.
“Varises itu penyakit pembuluh darah yang cukup disepelekan, karena posisinya berada di bawah, tertutup dengan rok, celana. Sehingga, pasien itu tidak akan datang berobat kalau tidak parah,” ujar Niko, Minggu (30/4/2024).
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/ganjar-pranowo-dampingi-megawati-terima-elite-ppp-bahas-kerja-sama-politik/
Karena itulah, Niko terus berupaya memberikan edukasi akan pentingnya melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap varises. Ia menyebut, bahwa berobat untuk penyakit varises tidak harus dilakukan operasi, namun cukup dengan USG. “Berobatnya tidak langsung operasi. Cek dulu, USG saja,” jelas Dosen Fakultas Kedokteran Unair (Universitas Airlangga) itu.
Varises sendiri adalah penyakit yang salah satunya disebabkan oleh faktor keturunan. Oleh sebab itu, Niko menyebut bahwa kunci dari pencegahan dini adalah pengetahuan. “Kalau masyarakat tahu bahwa dia punya faktor resiko, misalnya orang tuanya varises, seorang itu akan tahu kalau akan terpapar kurang lebih 40 persen. Nah, itu bisa dicegah progresifitasnya,” jelas Niko.
Founder Vascular Indonesia itu menambahkan, keluhan paling besar akibat varises yakni adanya keluhan cepat lelah. Artinya, hal itu nanti akan berdampak pada produktifitas. “Paling besar varises itu adalah keluhan yang cepat capek. Artinya itu menurunkan produktifitas. Gerak makin terbatas. Kalau kita mencegah lebih dini ya kita makin produktif. Di usia 40-50 terhindar dari penyakit yang lebih serius dari vena,” tandasnya. [ipl/kun]






