Kediri (beritajatim.com) – Kota Kediri, Jawa Timur mendapat predikat baru karena prestasinya.
Setelah dinobatkan sebagai kota paling kaya dan kota paling bahagia, kini Kota Kediri mendapat predikat sebagai kota paling layak huni di Indonesia tahun 2022.
Hal ini diketahui dari unggahan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam instagram pribadinya @abdullah_abe.
BACA JUGA : Tahu Kuning dan Oleh-oleh khas Kediri Diserbu Pemudik
Baru-baru ini, Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia merilis Indonesia Most Livable City Index 2022 atau Indeks Kota Paling Layak Huni di Indonesia 2022.
Ternyata, Kota Kediri mendapat angka indeks 72. Dengan perolehan ini, maka Kota Kediri berada di peringkat atas atau termasuk kota dengan Index Livability di atas rata-rata.
“Angka ini di atas Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Bandung, Kota Jakarta, maupun Kota Bogor. Ternyata Kota Kediri ini sangat layak untuk ditinggali ya. Masih berpikir untuk pindah? Kalau saya sih engga,” tulis Wali Kota Kediri ditutup dengan emoticon meringis.
BACA JUGA :Wali Kota Kediri dan Bunda Fey Salami Warga Sampai Selfie
Dalam unggahannya tersebut, Wali Kota Kediri yang karib disapa Mas Abu juga menyuguhkan tabel data sederhana.
Angka Indeks Kota Kediri 72 dan 5 indeks tertinggi terdiri dari : Fasilitas Peribadatan, Penyediaan Air Bersih, Fasilitas Pendidikan, Jaringan Telekomunikasi dan Fasilitas Kesehatan.
IAP adalah organisasi profesi perencanaan wilayah dan kota tertua dan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, didirikan pada tahun 1971, beranggotakan lebih dari 2.500 perencana wilayah dan kota.
BACA JUGA : Ngabuburit Heppiii Jadi Ajang Diskusi Antar-komunitas di Kediri
Dengan kurang 1.500 di antaranya adalah perencana bersertifikat LPJKN. Anggota IAP tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, dan telah terbentuk 26 kepengurusan provinsi.
Sekedar diketahui, Kota Kediri adalah kota terbesar ketiga di Jawa Timur, setelah Surabaya dan Malang. Tetapi prestasinya tidak kalah membanggakan.
BACA JUGA : Wali Kota Kediri Salat Idul Fitri bersama Keluarga di Masjid Agung
Memiliki luas wilayah sekitar 67,2 km2, secara administratif terbagi dalam tiga wilayah kecamatan yaitu, Mojoroto, Kota Kediri dan Pesantren.
Kota yang terbelah oleh Sungai Brantas ini memiliki 46 kelurahan. Sementara itu, di kota ini bercokol industri roko Gudang Garam yang menjadi penopang mayoritas perekonomian warga Kediri, sekaligus perusahaan rokok terbesar di Indonesia.
Sedikitnya 16 ribu warga Kediri menggantungkan hidupnya kepada perusahaan ini. Gudang Garam juga menyumbangkan pajak dan cukai yang relatif besar kepada pemerintah kota. [nm/ted]






