Sumenep (beritajatim.com) – Harga komoditas daging di pasar tradisional Sumenep jelang Lebaran mulai melambung. Harga daging sapi yang biasanya stabil Rp 120.000 per kg, saat ini naik menjadi Rp 140.000 per kg. Sedangkan harga daging ayam broiler yang biasanya Rp 38.000, naik menjadi Rp 40.000 per kg.
Kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam kampung. Yang semula Rp 90.000 per kg, saat ini melonjak menjadi Rp 120.000 per kg.
“Melonjaknya harga daging ini karena tingginya permintaan. Ya maklum, lebaran. Orang kan ingin menyajikan menu spesial berbasis daging. Jadi permintaan tinggi. Apalagi H-1 ini biasanya harga benar-benar di luar kebiasaan. Tapi kenaikan harga ini sifatnya sesaat,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Noer Lisal Anbiyah, Jumat (21/4/2023).
BACA JUGA:
Pertengahan Ramadhan, Daging Ayam di Sumenep Mulai Melambung
Ia menjelaskan, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai merah besar melonjak menjadi Rp 50.000 per kg. Padahal sebelumnya hanya Rp 28.000 per kg. Sedangkan cabai rawit naik Rp 5.000 menjadi Rp 30.000 per kg.
“Melonjaknya harga cabai juga lebih disebebkan melonjaknya permintaan konsumen jelang lebaran. Nanti setelah masa lebaran ketupat, harga akan normal kembali,” ujarnya.

Sementara harga beras lokal juga mengalami kenaikan, meski tidak signifikan. Semula Rp 9.500 per kg, saat ini naik menjadi Rp 9.700 per kg. Sedangkan beras premium tetap Rp 12.500 per kg.
“Untuk harga minyak goreng saat ini stabil. Minyak goreng curah Rp 16.000 per kg, sedangkan minyak goreng kemasan Rp 20.000 per kg,’ terangnya.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. [tem/suf]






