Lamongan (beritajatim.com) – Tim Rukyatul Hilal Kabupaten Lamongan telah melaksanakan pemantauan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1444 H, di Markaz Tanjung Kodok Beach Resort (TKBR), Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Kamis (20/4/2023).
Hasilnya, hilal dari pemantauan yang dilakukan di TKBR ini belum terlihat, atau dengan ketinggian masih 2 derajat, tidak memenuhi kriteria imkanur rukyat 3 derajat yang ditentukan oleh Neomabims, pada sekitar pukul 17.27 WIB sampai dengan 17.34 WIB, saat tenggelamnya matahari.
Wakil Ketua Badan Hisab Rukyat Kabupaten Lamongan, M. Khoirul Anam, M.Ag yang juga Kasubag TU Kemenag Lamongan mengatakan bahwa hilal saat ini belum terlihat. Sehingga kemungkinan Ramadhan akan digenapkan sampai dengan 30 hari.
“Hilal belum terlihat. Tetapi untuk penentuan 1 Syawal kami menunggu sidang Isbat,” kata Anam, saat pemantauan kepada beritajatim.com.
Baca Juga:
Cuaca Mendung, Hilal Tidak Terlihat di Blitar
Anam menjelaskan bahwa pemantau hilal di Markaz TKBR ini menggunakan alat canggih berupa teleskop. Hasil tersebut kemudian dilanjutkan dengan sidang itsbat yang dilakukan secara langsung di Markaz tersebut.
“Dilanjutkan dengan sidang itsbat, hal ini menjadi salah satu acuan yang kemudian kita laporkan ke Kementerian Agama di Jakarta,” imbuh Anam, yang juga Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Lamongan itu.
Baca Juga:
NU Jatim: Hilal di Condrodipo Gresik Tak Terlihat
Lebih lanjut, Anam mengimbau kepada masyarakat agar menunggu sidang itsbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama di Jakarta. Apapun nantinya yang diputuskan, masyarakat diharapkan agar tetap menjunjung tinggi moderasi terhadap perbedaan yang ada.
“Hasil pemantauan ini bisa dipertanggungjawabkan. Di Markaz TKBR ini merupakan salah satu dari 124 titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia. Kami ucapkan kepada masyarakat selamat merayakan hari kemenangan 1 Syawal 1444 H. Mohon maaf lahir dan batin,” pungkasnya. [riq/beq]






