Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana akan mempercantik dua obyek wisata andalan milik Pemerintah Kabupaten Kediri pada tahun 2023 ini.
Menurut Bupati yang karib disapa Mas Dhito ini, selain pembangunan proyek stadion, pada tahun ini sektor wisata memang menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian lebih.
Optimalisasi sektor pariwisata ini tak dipungkiri tak lepas keberadaan Bandara Kediri yang akan beroperasi tahun 2023 ini. Adanya bandara akan menjadikan banyak orang dari luar daerah datang ke Kabupaten Kediri.
BACA JUGA : Mas Dhito Bekali Pelatihan 1.680 Calon Pencari Kerja di Kediri
Mas Dhito, sapaan akrab bupati muda ini menggagas mengoptimalkan sektor pariwisata yang ada di wilayah Kediri bagian timur. Hal itu, karena lokasi bandara dan pembangunan stadion sama-sama berada di Kabupaten Kediri bagian barat dari Sungai Brantas.
“Kita punya niat membangun suatu tempat karena Bulan Oktober 2023 bandara sudah beroperasi, sedangkan kita belum punya magnet baru Kediri di bagian timur,” katanya, Rabu (19/4/2023).
Diakui, saat ini baru ada Kampung Inggris yang sudah dikenal luas masyarakat luar daerah dan menjadi magnet wilayah Kediri bagian timur. Adapun untuk objek wisata alam di Kabupaten Kediri yang saat ini masih menjadi daya tarik pengunjung di wilayah timur yakni Gunung Kelud.
BACA JUGA : Mas Dhito Ingin Bangun Boarding School di Kabupaten Kediri
“Hanya saja karena Gunung Kelud ini masih aktif kami juga harus menjaga ekosistem dan lingkungannya,” ungkap Mas Dhito.

Dengan kondisi gunung yang masih aktif itu, Mas Dhito mencoba mengembangkan destinasi wisata yang dapat menjadi alternatif sebelum orang menuju Gunung Kelud.
“Kami berharap sekali Ubalan dan Corah menjadi destinasi wisata di bagian Timur Kabupaten Kediri,” tuturnya.
Wisata air Ubalan sebagaimana disebut Mas Dhito berada di Kecamatan Plosoklaten yang berbatasan dengan Kecamatan Wates. Sedang, pemandian Sumber Corah berada di Kecamatan Pare.
BACA JUGA : Mas Dhito: Tak Ada Setoran Mega Proyek Stadion Kediri
Dua destinasi wisata milik Pemerintah Kabupaten Kediri tersebut pernah menjadi ikon pariwisata di Bumi Panjalu. Namun dalam perkembangannya kondisinya belum mampu optimal dalam menyedot pengunjung.
Untuk mengoptimalkan dua objek wisata itu, rencananya Pemkab Kediri akan menggandeng pihak swasta dengan skema Bangun Guna Serah (BGS) atau kerjasama pemanfaatan.
“Pada prinsipnya apa yang akan dilakukan sesuai dengan pedoman Permendagri nomor 19 tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah,” tandasnya.
BACA JUGA : Mas Dhito Buka Peluang Investasi Kawasan Banyakan-Grogol Kediri
Selain menjadikan magnet baru Kabupaten Kediri bagian timur, gagasan pengoptimalan destinasi wisata ini diharapkan dapat menggenjot Pendapatan Asli Daerah(PAD) Kabupaten Kediri. [ADV PKP/nm/ted]






