Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) menghadirkan Buya KH Nur Hasanuddin dalam rangka memperingati Nuzulul Quran. Pengasuh pondok pesantren Darussa’adah Al Islami Gubuk Klakah itu juga berbuka bersama civitas akademika Unisma yang terdiri atas mahasiswa, karyawan, dan dosen.
Buya Nur Hasanuddin mengapresiasi rangkaian kegiatan yang terdiri atas santunan dhuafa, peringatan Nuzulul Quran, sekaligus buka bersama. Menurutnya hal itu dalam rangka menjemput rahmat Allah SWT.
“Nuzulul Quran ini dalam rangka membangkitkan lagi kembali cinta kita kepada Al-Quran. Maka kita pun mendapat surga dari Allah SWT. Ada 4 golongan yang akan dirindukan surga, yaitu orang yang berpuasa ramadhan, orang yang membaca Quran, orang yang menjaga lisan, dan orang yang memberikan santunan kepada kaum Dhuafa,” ujar Buya Nur Hasanuddin.
Beliau mendoakan agar semua pihak yang turut andil dalam kegiatan Unisma termasuk dari mereka orang yang dirindukan surganya Allah. “Surga bukan sekedar dibuka pintunya, tetapi juga dirias saat ramadhan, untuk menyambut orang orang yang dirindukan surga,” jelasnya.

Pengasuh pondok pesantren Darussa’adah Al Islami Gubuk Klakah itu berpesan kepada para jamaah agar apapun kebutuhannya sebagai manusia, baik kebutuhan dunia maupun akhirat jalan kembalinya pada Al -Quran. ” Mendekatkan diri kepada Allah dengan Al -Quran. Karena paling afdholnya ibadah itu adalah membaca Al-Quran apalagi di bulan ramadan,” pungkasnyan.
Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., berpesan agar senantiasa bersyukur pada Allah karena masih diberikan kesempatan untuk menyelamatkan fitrah, dimana Allah Swt, memberikan bekal dengan fitrah mukhallaqah.
“Allah SWT memberikan tanggung jawab. Pada hari ini, santunan kaum Dhuafa, buka bersama dan nuzul Quran. Insallah Unisma menjadi kampus yang berkarakter dan diberkahi Allah Swt. Seluruh civitas akademika Unisma hidupnya selalu diberkahi. Ciri-ciri keberkahan adalah hidup tambah baik, baik dari karakter, kondisi sehari – hari, dan berkehidupan,” kata Rektor.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/feb-unisma-berbagi-dengan-yatim-dan-dhuafa/
Pimpinan Unisma itu juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran dosen, mahasiswa, dan karyawan yang telah menjadi bagian dari keluarga yang selalu menyatu. “Maka sungguh bahagia, senang, sungguh merasa kita ini satu, yang merasa tidak ada sekat melebur jadi satu,” ujarnya.
“Kita semuanya ini sama, hanya yang membedakan ketaqwaan kita dihadapan Allah SWT. Dengan Al Quran yang selalu membimbing kita, tempat kita untuk kembali ketika gundah dan gulana. Ketika kita membaca Al Quran disitulah kita merindukan surga. Saya menatap wajah Anda semua, begitu dekat dengan saya. Karena hadirnya kalian semua adalah kebahagiaan kita semua,” jelas Rektor Unisma. [dan/but]






