Surabaya (beritajatim.com) – DPD Golkar Surabaya dalam setiap kesempatan selalu memperkenalkan pada generasi milenial bahwa berpolitik itu asyik dan menyenangkan.
Hal itu kembali ditegaskan Ketua DPD Golkar Surabaya, Arif Fathoni saat menerima empat mahasiswa Universitas Ciputra yang sedang melakukan penelitian tentang strategi komunikasi politik di ruang Fraksi Golkar DPRD Surabaya, Senin (10/4/2023).
“Anak muda harus berpolitik agar bisa memberikan kepeloporan dalam sistem politik itu sendiri,” kata Toni sapaan lekat Arif Fathoni.
Menurut Toni, para mahasiswa tersebut bertanya tentang branding politik dan ikhtiar Partai Golkar Surabaya memenangkan hati dalam Pemilu 2024. Termasuk juga ada pertanyaan bahwa anak muda males berpolitik karena politik tidak menyenangkan.
https://beritajatim.com/peristiwa/kader-perempuan-golkar-jombang-bagikan-takjil/
Atas pertanyaan tersebut, Toni menjawab, bahwa berpolitik itu asyik dan menyenangkan manakala diniatkan untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat secara luas.
“Tentunya dengan penuh suka cita dan riang gembira,” ujar anggota Komisi A DPRD Surabaya ini.
Toni mengatakan Partai Golkar Surabaya siap memberikan pesan-pesan politik dengan pendekatan menyenangkan menjelang Pemilu 2024.
Pesan politik itu disampaikan dengan menyenangkan melalui akun media sosial (medsos) dan jauh dari fitnah dan intrik politik yang saling menjatuhkan. Apalagi di era digitalisasi seperti saat ini, media sosial menjadi kekuatan tersendiri.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/golkar-jatim-serahkan-hadiah-pemenang-lomba-dacil-dan-remaja/
“Semoga dalam diskusi siang ini bisa memperbaharui cara pandang anak muda tentang politik, setidaknya bagi empat mahasiswa ini,” katanya.
Pada pertemuan tersebut, Toni juga menjelaskan pentingnya media mainstream dan media sosial sebagai jembatan pertanggungjawaban kinerja dan upaya menyerap aspirasi masyarakat yang harus diperjuangkan.
“Saya menganalogikan kegiatan legislatif tanpa pemberitaan media itu bagaikan makan tanpa minum. Begitu pentingnya bersinergi dengan pers, apalagi di era digital,” pungkas legislator eks jurnalis ini. [asg/but]






