Surabaya (beritajatim.com) – Alih-alih membersihkan, rutin mengorek telinga justru dapat menimbulkan risiko penyakit tertentu. Waspada apa saja risiko yang bisa ditimbulkan berikut ini.
Telinga merupakan salah satu indra manusia yang memiliki fungsi utama untuk mendengarkan. Sama seperti anggota tubuh lainnya, telinga juga perlu untuk dibersihkan. Termasuk pada bagian dalamnya.
Hal ini tidak lepas dari banyaknya kotoran yang dapat masuk dan membuat fungsi pendengaran akhirnya terganggu. Namun meskipun begitu, membersihkan telinga tidak boleh sembarangan. Mulai dari alat dan cara yang digunakan hingga intensitas-nya juga perlu diperhatikan.
Baca Juga: 5 Film yang Paling Banyak Ditonton di Awal Tahun 2023, ‘Waktu Maghrib’ Tertinggi
Tak sedikit masyarakat yang kemudian membersihkan telinga dengan cara dikorek, menggunakan cutton bad atau sejenisnya. Padahal cara tersebut justru dapat menyebabkan kotoran masuk lebih dalam, hingga akhirnya semakin menumpuk. Kebiasaan ini pun dapat berpotensi alami penyumbatan sekaligus merusak struktur halus telinga.
Adapun intensitas membersihkan dengan cara mengorek bagian dalam telinga juga tidak disarankan. Hal ini lantaran lapisan kulit telinga bagian dalam yang cukup tipis. Terlebih di bagian bawahnya terdapat bagian tulang, sehingga lebih rentan alami iritasi apabila terlalu sering dikorek.
Kebiasaan tersebut juga dapat memicu peradangan. Bahkan berisiko munculnya bakteri yang membuat telinga jadi alami infeksi. Jika demikian, biasanya seseorang akan merasakan nyeri pada bagian dalam telinganya.
Baca Juga: Jadi Trending Youtube, Ini Lirik Lagu Terbaru New Jeans Bertajuk Zero dan Terjemahannya
Adapun sebenarnya, telinga secara alami dapat membersihkan kotorannya sendiri. Biasanya hal ini terjadi ketika seseorang melakukan aktivitas makan, berbicara, atau sebagainya. Pergerakan pada rahang dan sekitarnya secara tidak langsung dapat membuat kotoran telinga keluar.
Mungkin ada kondisi di mana sebagian kotoran yang sulit keluar, maka sebaiknya gunakan cairan pembersih telinga yang dijual di apotek. Namun, penggunaannya pun juga tidak boleh sembarangan. Karena ada beberapa obat tertentu yang tidak boleh diteteskan ketika gendang telinganya dalam kondisi berlubang. (fyi/ian)






