Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima mahasiswi termuda berusia 15 tahun 7 bulan. Dia adalah Diva Ayu Lailatul Khasana lulusan Madrasah Aliyah Amanatul Ummah Mojokerto.
Diva masuk di Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) pada jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Ia pun menceritakan perjalanannya hingga diterima di Unesa.
Diva menyelesaikan pendidikan di sekolah dasar dalam waktu kurang dari 6 tahun. Saat memasuki jenjang pendidikan menengah pertama, putri dari pasangan Dodik Irawan dan Siti Kholifa itu mengambil program sistem kredit semester atau SKS selama dua tahun.
BACA JUGA:
Siswa Asal Jatim Terbanyak Diterima di Jalur SNBP 2023
Begitupun ketika memasuki jenjang SLTA, dia mengambil program yang sama. Itulah yang membuatnya lulus lebih cepat dari teman-teman seusianya. Ia mengatakan, ketika mengikuti program akselerasi awalnya tidak percaya diri.
Guru dan teman-temannya yang terus mendukung agar mengikuti program tersebut. “Orang tua, guru serta teman-teman selalu menyemangati bahwa saya mampu mengikuti kelas akselerasi dan ternyata berhasil,” ujar Diva, Rabu (5/4/2023).
Ia mengungkapkan, saat memasuki bangku SLTA, Diva mulai menyiapkan diri dengan banyak belajar karena memang sudah bercita-cita kuliah di Unesa. Semakin dekat jadwal seleksi penerimaan mahasiswa baru, jadwal belajarnya pun semakin dipadatkan.
BACA JUGA:
Tidak Lolos SNBP? Masih Ada Jalur UTBK SNBT 2023, Ini Cara Daftar dan Biayanya
“Kalau malam saya pasti belajar antara jam 8 sampai jam sepuluhan gitu. Selain untuk menyiapkan diri tahap seleksi, juga untuk menyiapkan diri agar nanti di bangku kuliah mudah beradaptasi dengan mata kuliah,” katanya.
Perempuan kelahiran 14 Agustus 2007 itu mengatakan, dirinya memilih Pendidikan Fisika tidak lepas dari citai-citanya yang ingin menjadi guru fisika. Bidang Fisika pilihannya juga karena ketertarikannya dengan mata pelajaran fisika sejak di bangku sekolah.
“Suka aja dengan fisika. Suka menantang diri dengan menyelesaikan rumus-rumus yang oleh teman-teman dianggap sulit. Saya mulai suka bangat dengan pelajaran fisika itu saat belajar percepatan gravitasi. Saya masuk Unesa mengikuti jejak Ibu yang juga alumni di sana,” tandasnya. [ipl/suf]






