Surabaya (beritajatim.com) – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) dr Heru Wijono membagikan cara puasa yang aman dan sehat bagi penderita jantung dan diabetes melitus.
Heru mengungkapkan, sejatinya puasa sangat baik untuk penderita jantung dan diabetes melitus karena bisa mengurangi risiko komplikasi. Hanya saja, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan.
Heru menyebut, pertama, pasien bisa mengatur jam minum obat pada waktu buka dan sahur. Bagi pasien yang mengkonsumsi obat diuretik atau mendorong produksi air seni, dianjurkan untuk meminumnya saat berbuka puasa.
Hal itu dilakukan agar cairan tubuh tidak banyak keluar saat puasa dan berakibat dehidrasi. “Pasien juga sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter keluarga untuk mengatur dosis obat yang tepat,” ujar Heru ditulis Senin (3/4/2023).
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/khofifah-bertemu-sekjen-gerindra-bahas-pilpres-2024/
Kemudian, Heru mengatakan bahwa penderita diabetes tetap diperbolehkan mengonsumsi makanan manis saat berbuka. Tapi tetap harus dikontrol. Meski begitu, sebaiknya juga dikombinasikan dengan serat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, misalnya kurma.
Selain itu, buah apel dan tomat juga bagus bagi penderita diabetes karena mengandung chrome dan zink yang berfungsi untuk merangsang pelepasan insulin dan kekebalan tubuh. Sedangkan, buah-buahan seperti durian, nangka, mangga, dan rambutan tidak disarankan karena mengandung kalori tinggi.
“Penderita diabetes dengan gangguan ginjal harus membatasi kalium. Kalium ada di sayur dan buah. Untuk itu, pasien perlu diskusi terkait pola makan dengan dokter keluarga,” jelas Heru.
Sementara itu, bagi penderita jantung disarankan menghindari makanan bernatrium tinggi, seperti monosodium glutamate (MSG). Terkait konsumsi kafein, pasien perlu berkonsultasi lebih lanjut ke dokter apakah diperbolehkan atau tidak. “Bila memang ingin meminum kafein, sebaiknya diminum saat buka puasa karena kafein memiliki sifat diuretik,” katanya.
Heru menambahkan, jika penderita jantung dan diabetes ingin olahraga saat berpuasa, bisa dilakukan sebelum jam tujuh pagi, dan di atas jam empat sore. Pasien bisa olahraga ringan seperti jalan kaki atau sepeda, tetapi tidak boleh lari cepat. “Intinya, penderita jantung dan diabetes melitus tetap bisa melakukan aktivitas normal saat puasa. Namun, jangan lupa untuk menjaga kesehatan sesuai anjuran dokter,” tandasnya. [ipl/kun]






