Magetan (beritajatim.com) – Magetan diprediksi dilanda angin kencang hingga hujan es sampai 8 April 2023. Bahkan ada potensi terjadi angin puting beliung.
Menghadapi hal ini, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Magetan mengeluarkan imbauan untuk masyarakat agar waspada cuaca ekstrem di wilayah Magetan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Magetan Ari Budi Santosa mengatakan, imbauan tersebut diberikan agar masyarakat waspada terhadap cuaca ekstrem berikut dampak yang mungkin terjadi. Mulai dari pohon tumbang, tanah longsor hingga luapan air.
Pun, Ari menjelaskan berdasarkan analisis BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), wilayah Magetan bakal mengalami cuaca ekstrem dalam musim pancaroba.
Baca Juga:
Cuaca Ekstrem Magetan, Talud Jalan di Poncol Longsor
“Berdasarkan analisis kondisi iklim, secara umum pada bulan April 2023 wilayah Jawa Timur masih berada pada masa peralihan (musim hujan ke musim kemarau) atau pancaroba, sehingga potensi cuaca ekstrim masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jawa Timur. Khususnya Magetan,” kata Ari, Minggu (2/4/2023).
Hangatnya suhu muka laut di sekitar wilayah perairan Jatim mengindikasikan suplai uap air masih cukup signifikan. Ini berpotensi terbentuknya daerah konvergensi atau pertemuan massa udara yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Timur.
Selain itu adanya gelombang Atmosfer Rossby dan Kelvin di wilayah Jatim yang diperkirakan akan berpengaruh pada kondisi cuaca dalam seminggu ke depan. Kondisi ini berkontribusi meningkatkan pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat.
Baca Juga:
Tanaman Bawang Merah Petani di Magetan Diduga Dicuri Orang, Rugi Jutaan Rupiah
“Wilayah Magetan salah satu wilayah di Jawa Timur yang perlu diwaspadai memiliki potensi cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (genangan air, puting beliung, maupun hujan es) pada periode 2 April 2023 hingga 8 Apri 2023. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap dampak potensi bencana hidrometeorologi pada masa peralihan/pancaroba,” pungkasnya. [fiq/beq]






