Sampang (beritajatim.com) – Warga Kabupaten Sampang harus menjalani Ramadhan dengan diiringi banjir. Terutama warga yang tinggal di Jalan Nuri, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang.
Setiap hujan, jalan di kampung tersebut tidak bisa dilalui lantaran banjir. Bahkan genangan air bisa mencapai 50 centimeter.
“Dengan kedalaman air banjir segitu, orang dewasa saja kesulitan jalan melintasi air, apalagi anak-anak, bisa tenggelam,” kata warga setempat, Taufik, Minggu (2/4/2023).
Soal penyebab banjir, Taufik menyebut air hujan tidak bisa mengalir karena gorong-gorong tersumbat. Parahnya, kondisi ini sudah terjadi selama 3 tahun.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beri Bantuan Korban Tewas Kesetrum di Banjir Sampang
“Gorong-gorong di kampung kami tersumbat dan ini sudah sekitar 3 tahun terakhir. Jadi, setiap hujan kami terisolir tidak bisa ke mana mana,” tegasnya.
Hal senada juga dikatakan warga lain, Sugik, yang mengaku selalu resah jika hujan turun. Sebab, aktivitas warga saat Ramadhan seperti Sholat Tarawih dan tadarus Al Qur’an terganggu karena hujan terjadi hampir setiap sore hingga malam.
“Hujan memang tidak deras, tetapi karena aliran air tidak lancar maka meluber ke jalan, dan tidak tanggung-tanggung karena mencapai 50 cm, kalau anak-anak dipastikan tenggelam,” ujarnya.
Baca Juga:
Pangdam V Brawijaya Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Bangkalan dan Sampang
Ia berharap pemerintah setempat segera turun tangan mangatasi kondisi banjir ini. Terutama di kawasan Kelurahan Gunung Sekar yang sudah terjadi selama 3 tahun.
“Harapan kami kepada pemerintah untuk memperhatikan kondisi infraatruktur di kawasan kota, agar warga terhindar dari banjir air hujan,” harapnya. [sar/beq]






