Gresik (beritajatim.com) – Bulan Ramadhan menjadi berkah bagi pengrajin songkok asal Kabupaten Gresik. Pasalnya, di bulan suci ini permintaan songkok bermotif serta songkok anak-anak dengan motif masjid nusantara mengalami kenaikan. Perajin banjir order (pesanan).
Dalam sehari perajin songkok mendapat pesanan 500 paket (sistem online). Sedangkan pesanan offline mencapai 25 kodi. Banyaknya permintaan ini sangat disyukuri oleh pengrajin songkok mengingat dua tahun lalu permintaannya sepi order karena pandemi.
Muhammad Jefry, salah satu owner songkok nusantara mengatakan, saat ini ada kenaikan omzet yang signifikan. Yakni sebesar 30 persen. “Membeludaknya permintaan dari konsumen membuat kami kewalahan. Sehingga, tidak lagi menerima orderan,” katanya, Sabtu (1/4/2023).
BACA JUGA:
Berkah Ramadan, Kerajinan Sarung Tenun Tradisional Gresik Laris Manis
Ia menjelaskan untuk satu songkok yang bermotif memang dibutuhkan ketelatenan. Ini karena proses mengerjakannya butuh waktu 30 hingga 40 menit. Namun, itu semua juga tergantung motifnya yang dibuat. Semakin motifnya rumit maka prosesnya pun juga lama. “Harga jual songkok mulai dari Rp 75 ribu hingga Rp 125 ribu,” paparnya.
Ia menambahkan, setiap tahun dirinya selalu berkreasi melakukan motif yang berbeda serta yang lagi tren di masyarakat. Langkah ini diambil agar konsumen tertarik, dan tidak ribet saat dipakai. “Untuk motif kami selalu berganti-ganti menyesuaikan yang lagi tren di masyarakat,” imbuhnya.
BACA JUGA:
3 Minggu Jelang Idulfitri, Perajin Parcel di Jombang Sudah Kebanjiran Order
Selain permintaan dari Pulau Jawa, lanjut dia, songkok buatannya juga banyak diminati pembeli dari luar pulau seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra.
“Pasca melandainya kasus covid-19 serta longgarnya aturan pemerintah membuat order songkok buatan kami terus meningkat. Kondisi ini berbeda dua tahun lalu, perajin songkok tiarap karena tidak ada orderan,” pungkas pemilik Ramli Collection ini. [dny/suf]






