Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 18 siswa kelas 3 SDN 4 Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang terpaksa harus belajar di ruang darurat berdinding triplek karena minimnya ruang kelas untuk belajar.
Ruang kelas itu terbuat dari asbes gelombang, tersekat menggunakan triplek dan kayu dengan lebar ruang kelas untuk belajar 8 x 3 meter. Posisi menempati satu ruang belajar darurat berada di belakang gedung SDN 4 Gajahrejo.
“Ruang belajar darurat ini dibangun dengan menggunakan dana komite sekolah, ruang belajar darurat berbahan dinding triplek dan atap asbes gelombang,” ungkap Kepala SDN 4 Gajahrejo, Kabupaten Malang, Miseman S.Pd, Kamis (30/3/2023).
Kata Miseman, alasan dibangunnya satu ruang belajar darurat, karena sejak berdirinya lembaga sekolah tahun 1987 silam, masih kekurangan dua ruang belajar. “Saat ini hanya ada 4 ruang belajar saja. Jumlah siswa kami 96 anak. Meskipun jumlah seluruhnya ada 6 ruang, itupun satu ruangan saya sket untuk belajar siswa kelas 2 dan kelas 3,” beber Miseman.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Kabupaten-Malang”]
Miseman mengaku, dengan dibangunnya ruang belajar, kegiatan belajar mengajar disitu masih kurang maksimal. Karena memang keterbatasan ruangan. “Jadi sedikit lahan yang saat itu kosong, saya manfaatkan untuk membangun ruangan dengan dana seadanya. Karena kondisi belajar anak-anak hingga saat ini juga kurang nyaman, untuk itu kami berharap dengan proposal yang sudah sering diajukan ke Dispendik Kabupaten Malang, kiranya diperhatikan oleh pihak yang membidangi,” tegas Miseman.
Miseman berharap, terkait rencana safari Ramadhan di lembaga yang terletak di ujung selatan wilayah Kabupaten Malang nanti, pemerintah daerah bisa melihat langsung kondisinya. Meski waktu pelaksanaannya, juga masih belum jelas, tetapi untuk rangkaian acara sudah tersusun. “Untuk kegiatannya nanti, ada pesantren kilat, haflah Al-Qur’an buka bersama dan berlanjut shalat taraweh,” pungkasnya. (yog/kun)






