Pasuruan (beritajatim.com) – Alun-alun Kota Pasuruan dipasang road barrier pasca demo yang dilakukan PKL (Pedagang Kaki Lima) beberapa waktu lalu. Pemberian road barrier ini guna menata PKL dan parkir di kawasan alun-alun Kota Pasuruan.
Terlihat road barrier beton dipasang mengelilingi sisi utara dan timur alun-alun Kota Pasuruan. Sedangkan jarak antara road barrier hingga trotoar berkisar 6-7 meter. “Road barrier-nya hanya diletakkan di atas aspal gak ditanam. Dipasangnya juga melingkar di sisi timur dan selatan alun-alun,” kata Kepala Dinas PUPR, Gustav Purwoko, Kamis (30/3/2023).
Pemasangan Road barrier ini dipasang sejak Selasa (28/3/2023) kemarin. Pemasangan ini dikatakan pedagang merupakan salah satu langkah dari pemerintah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Pasuruan”]
Diberitakan sebelumnya, Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf didatangi sejumlah PKL alun-alun Kota Pasuruan pada Senin (27/3/2023) lalu. Gus Ipul, sapaan akrabnya mengatakan bahwa pemkot akan terus melakukan simulasi.
Simulasi ini akan dilakukan terus selama bulan suci ramadhan hingga Idul Fitri mendatang. “Kami akan terus melakukan simulasi, dan kami juga sudah mendengar semua aspirasi semua pihak,” jelas Gus Ipul saat memantau Alun-alun Senin (27/3/2023) lalu.
Untuk diketahui skema simulasi yang diterapkan yakni mensterilkan sisi luar trotoar lingkar alun-alun. Pemkot menyiapkan beberapa opsi, salah satunya tempat parkir diarahkan ke seberang jalan dengan batasan waktu mulai pukul 06.00 – 15.00. Lalu pada pukul 15.00 – 23.00, PKL mulai berjualan di sisi dalam road barrier. (ada/kun)






