Jember (beritajatim.com) – GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) gigit jari. Maksud hati ingin bertemu anggota DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk menyampaikan aspirasi, Rabu (29/3/2023), mereka hanya ditemui dua pegawai kesekretariatan.
Para aktivis tersebut berunjuk rasa menuntut penuntasan naskah Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Jember. Mereka ingin bertemu anggota DPRD Jember untuk menyampaikan desakannya sekaligus beberapa usulan terhadap naskah PPKD.
Dipersilakan masuk ke ruang Badan Musyawarah, mereka hanya ditemui dua pegawai kesekretariatan, Dias Abardi dan Lingga Diputra. “Mohon maaf, hari ini seluruh anggota DPRD Jember tidak berada di tempat karena ada kunjungan kerja,” kata Dias.
Baca Juga:
GMNI Demo Tuntut Penuntasan Pokok Pikiran Kebudayaan Jember
Jawaban ini langsung memantik emosi mahasiswa. “Kami sudah berkirim surat untuk bertemu. Tapi ini kok tidak ditemui,” tukas salah satu aktivis.
Sebagai jalan tengah, Dias menawarkan untuk menelepon Ketua Komisi A Tabroni agar mahasiswa bisa berbicara via ponsel yang didekatkan ke pelantang suara.
Tabroni mengulangi penjelasan Dias, bahwa anggota Dewan sedang melakukan kunjungan kerja ke luar kota. “Bagaimana kalau Jumat besok, karena sekalian ada agenda Pansus (Panitia Khusus),” kata pria yang juga mantan aktivis GMNI Surabaya itu.
Baca Juga:
Ketidakpatuhan Pemdes di Jember pada Regulasi Masih Tinggi
Akhirnya, para aktivis GMNI memilih pulang. Mereka mengancam akan membawa massa lebih besar. Dalam aksi kali ini, sedikitnya ada 30 orang aktivis yang meneriakkan tuntutan.
Dalam pernyataan sikapnya, GMNI mendesak Bupati Jember untuk segera menyusun dan mengesahkan naskah PPKD dan transparan dalam proses penyusunan naskah tersebut. DPRD Jember didesak untuk mengevaluasi pemerintah kabupaten karena terhambatnya proses penyusunan naskah PPKD
GMNI ingin DPRD Kabupaten Jember menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Jatim dan pemerintah pusat terkait belum terbentuknya PPKD. Terakhir, GMNI mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung segala upaya pemajuan kebudayaan di Kabupaten Jember. Organisasi itu berkomitmen untuk menegakkan keadilan dan menumpas segala tindakan yang berpotensi merampas hak-hak rakyat, termasuk dalam hal kebudayaan. [wir]






