Surabaya (beritajatim.com) – Pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Inggris, Harry Kane digadang-gadang oleh Manchester United sebagai ujung tombak lini depan mereka.
Bahkan tim Setan Merah tersebut telah menyiapkan anggaran untuk menjemput pemain berusia 29 tahun itu dengan £80 Juta atau setara dengan Rp1,48 triliun.
Meski spekulasi mengenai masa depan Kane masih terus beredar, tidak ada perubahan dalam situasi kontraknya di London Utara.
Kane dapat meninggalkan Tottenham sebagai agen bebas pada akhir musim depan. Tentu saja, The Lilywhites akan berusaha untuk mempertahankan pencetak gol terbanyak sepanjang masa mereka.
Baca Juga: Resep Nastar Coklat dan Keju, Cocok untuk Suguhan Lebaran Nanti
Pertemuan antara Kane dan Spurs mengenai kontrak baru dikabarkan baru mencapai tahap awal, sementara Kane fokus pada menyudahi musim ini dengan baik.
Tottenham bahkan disebut siap untuk melanjutkan negosiasi hingga tahun terakhir kontrak Kane, dengan risiko melepaskannya secara gratis dalam waktu kurang dari 18 bulan.
Namun, tekad Tottenham pasti akan diuji pada musim panas ini, dengan MU dan Bayern Munich disebut-sebut sebagai dua destinasi teratas yang mungkin bagi Kane.
Setelah kedatangan Thomas Tuchel di Bayern, juara Bundesliga disebutkan telah meningkatkan peluang mereka untuk merekrut Kane. Namun, MU punya rencana untuk mengalahkan rival mereka untuk merebut tanda tangan Kane.
Dilansir dari Daily Star, CEO MU Richard Arnold telah memberikan persetujuannya untuk melancarkan pendekatan, dan Erik ten Hag memandang kapten Inggris itu sebagai target musim panas nomor satu.
Laporan itu menambahkan bahwa Ten Hag merasa bahwa akuisisi Kane akan membuat MU menjadi pesaing untuk gelar Liga Premier, tetapi Daniel Levy akan tetap memegang teguh pendirian.
Ketua Tottenham menolak memberikan izin untuk mengikhlaskan Kane ke Manchester City dengan harga sembilan digit pada 2021, dan ia kemungkinan besar akan enggan menjual ke rival langsung di Liga Premier.
Baca Juga: GMNI Jatim Sambut Baik Peningkatan Kepercayaan Publik pada Polri
Mengenai keputusannya untuk pindah atau menetap di Tottenham masih simpang siur. Namun bisa dilihat dari percakapnnya dengan Perdana Menteri Rishi Sunak.
Setelah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Inggris, Kane ditanya oleh Rishi Sunak apakah dia berusaha mencapai rekor sepanjang masa Alan Shearer, dan sang striker menjawab: “Ya, itu pasti ada di sana,” tegas Kane.
Ia masih memiliki keinginan untuk mencapai rekor pembobol gawang terbanyak sepanjang sejarah itu di The Lilywhites, tapi Harry Kane juga tidak ingin gegabah dengan angan-angan.
“Saya semakin dekat, jadi pasti ada sesuatu yang ingin saya capai, tapi saya mencoba tidak terlalu jauh melihat ke depan dalam sepakbola,” katanya.
Untuk diketahui, Kane telah mengumpulkan total 271 gol dan 63 assist dalam 425 pertandingan untuk Tottenham, tetapi ia akan berusia 30 tahun musim panas ini tanpa pernah memenangkan trofi tim utama. (ian)






