Lamongan (beritajatim.com) – Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Kartini di Temanggung bersama Dinas Sosial Kabupaten Lamongan menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) kepada 405 penerima manfaat (PM) di Kabupaten Lamongan, Selasa (28/3/2023).
Kepala Sentra Terpadu Kartini di Temanggung, Iyan Kusmadiana menerangkan bahwa bantuan yang diserahkan itu totalnya senilai Rp262 juta lebih, yang terdiri dari pemenuhan hidup layak bagi kelompok anak, lansia, disabilitas, dan rentan.
“Bantuan yang diberikan berupa 390 dukungan pemenuhan hidup layak, 9 bantuan aksesibilitas dan 6 bantuan pengembangan kewirausahaan. Untuk penyandang disabilitas, diserahkan Alat Bantu Dengar (ABD), bagi masyarakat rentan diberikan bantuan sembako,” kata Iyan, saat menyerahkan bantuan di Pendopo Kecamatan Sambeng.
Iyan menjelaskan bahwa kegiatan penyerahan bantuan Atensi Triwulan I kali ini bisa terselenggara berkat kerjasama baik yang dilakukan oleh berbagai pihak. Selain itu, kegiatan ini juga berdasarkan assesment terintegrasi di akhir tahun 2022.
Ia juga menyebutkan, ada 32 sentra di bawah naungan Kemensos se-Indonesia, namun untuk yang sentra terpadu hanya berjumlah 4, salah satunya di Temanggung. Selain penanganannya meliputi disabilitas, anak, lansia dan kaum rentan, sentra terpadu juga menangani bencana.
Baca Juga:
Kemensos Bakal Serahkan Bantuan pada 405 PPKS di Lamongan
“Dulu sentra hanya menangani disabilitas intelektual. Tapi saat ini meliputi banyak hal. Kami akan terus berupaya untuk membantu, termasuk bantuan kewirausahaan kepada disabilitas untuk mendorong kemandirian mereka, tak terkecuali di Lamongan ini dengan usulan atau rekomendasi dari Dinsos Lamongan,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Camat Sambeng, M. Eko Tri Prasetyo menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Sentra Terpadu Kartini di Temanggung yang telah menyalurkan bantuan atensi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kecamatan Sambeng ino 60 persennya adalah wilayah hutan. Mari kita perbanyak bersyukur di bulan Ramadhan. Terimakasih atas kedatangan Sentra Terpadu Kartini Temanggung di Kecamatan Sambeng,” ujar Camat Eko.
“Kecamatan Sambeng ini paling banyak penerimanya, karena operatornya atau Pendamping TKSK rajin melaporkan. Sehingga semua penerima manfaat di Sambeng bisa sepenuhnya terbantu. Ini adalah hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Eko berharap, bantuan ini bisa memberikan manfaat dan bisa mensejahterahkan masyarakat, utamanya bagi para disabilitas dan kaum dhuafa. Ia menegaskan, bantuan ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk masyarakatnya.
Baca Juga:
Guru Ngaji Hingga Rohaniawan di Lamongan Terima Insentif
“Semoga bisa bermanfaat, termasuk bantuan kewirausahaan agar bantuan yang diberikan bisa dilaksanakan dengan baik, sehingga usahanya pun bisa lebih berkembang lagi. Semoga nanti akan ada bantuan lain yang diperlukan dan bisa diakomodir oleh Sentra Terpadu Kartini,” harapnya.
Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Karsini (62), warga asal Desa Ardirejo, Kecamatan Sambeng mengatakan bahwa bantuan yang diberikan sangatlah bermanfaat bagi dirinya yang sejak tahun 2016 tak bisa berjalan lantaran mengalami kecelakaan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Sentra Terpadu Kartini di Temanggung, Kemensos, Dinsos Lamongan serta semua pihak yang sudah membantu, sehingga saya mendapatkan bantuan. Ini sangat bermanfaat sekali,” kata Karsini yang mengaku sebelum kecelakaan menjalani usaha jual rujak dan rawon itu.
Seperti diberitakan beritajatim.com sebelumnya, Sentra Terpadu Kartini di Temanggung merupakan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kemensos di bawah naungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial (Ditjen Rehsos) yang memberikan layanan multi bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Lamongan Agus, pejabat Forkopimcam Sambeng, tokoh masyarakat serta para penerima manfaat dari Kemensos. [riq/beq]






