Sidoarjo (beritajatim.com) – SDN Kedungkendo Kecamatan Candi menerapkan Sekolah Responsif Gender (SRG). Program itu merupakan satu dari sepuluh pilot project pusat studi gender dan perlindungan anak (PSGPA).
Penerapan program SRG di SDN Kedungkendo itu dengan menggandeng Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dalam mewujudkan inovasi anak untuk sekolah Indonesia sejak November tahun 2022 lalu.
Kata Kepala SDN Kedungkendo Kec. Candi Minarlin proses penerapan program itu harus telaten, meskipun jauh sebelumnya sekolah itu sudah mengarah ke SRG.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sidoarjo”]
“Di SDN Kedungkendo, kamar mandi sudah terpisah, tempat duduk di bangku sekolah juga. Sekarang kita kembangkan lagi ke UKS, yaitu harus ada keperluan untuk perempuan, misal pembalut dan yang lainnya,” ucapnya Selasa (28/3/2023).
Minarlin menjelaskan, proses penerapan SRG harus sabar dan telaten serta rutin dalam melakukan sosialisasi. Termasuk menggerakkan guru-gurunya untuk menerapkan hal itu dengan semangat. “Pada mulanya, sekarang dijelaskan, besoknya lupa. Namun dengan ketelatenan program bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Dorongan dari orang tua juga sangat penting agar anak dapat menerapkan SRG, mulai berangkat dari rumah, orang tua diwajibkan untuk kembali mengingatkan apa yang sudah dipelajari anak di sekolah. “Untuk SDN Kedungkendo yang belum ada adalah kamar ganti anak-anak, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa terealisasi, ada ruangan yang bisa dimanfaatkan,” tutupnya. (isa/kun)






