Jember (beritajatim.com) – Pemkab Jember menggelar Pasar Murah Ramadhan di Alun-alun selama sebulan penuh. Pasar Murah Ramadhan ini juga melibatkan para pegiat UMKM Jember yang jumlahnya mencapai ratusan.
“Rencananya pasar murah ini digelar sebulan penuh dan diikuti 240-an UMKM. Yang mendasari adanya pasar murah ini adalah untuk membangkitkan UMKM, karena bagaimana pun UMKM adalah entry point pertumbuhan ekonomi di tingkat terbawah,” kata Wakil Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman, ditulis Senin (27/3/2023).
Dengan adanya pasar murah yang melibatkan banyak UMKM, Firjaun berharap perekonomian Jember bisa meningkat. “Kedua, jadi harapan kami untuk pengendalian inflasi. Begitu pendapatan masyarakat meningkat, kebutuhan tercukupi, insya Allah harga-harga juga akan stabil,” kata Firjaun.
Pemkab Jember bekerja sama dengan Bank Indonesia, Badan Urusan Logistik, Dinas Sosial, dan semua pemangku kepentingan untuk membuat pasar murah tersebut. “Sehingga semua kebutuhan masyarakat bisa tercukupi dan harga tidak tinggi. Ini salah satu kiat kami untuk mengendalikan laju inflasi,” kata Firjaun.
Baca Juga:
Dosen Aswaja Unpar Jember: Pelarangan Buka Bersama Termasuk Ketidakadilan Struktural
Pasar murah ini berbarengan dengan kegiatan pasar santri yang melibatkan Koppontren (Koperasi Pondok Pesantren). Pasar santri digelar untuk menguatkan perekonomian dari pesantren.
“Memang di Jember karena mayoritas pesantren ada di Jember, terbanyak se-Jawa Timur, maka berkaca dari tahun kemarin, kami mengadakan pasar santri. Harapannya perekonomian di kalangan pesantren bisa meningkat dan mandiri, karena pesantren tak sekadar mengaji dan belajar, tapi juga ada entrepreneurship, ada produk-produk yang dihasilkan,” kata Firjaun.
Baca Juga:
Piala Bupati Jember, Persam Madura Vs Pasuruan Diulang
Menurut Firjaun, program ini selaras dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur yakni One Pesantren One Product (OPOP). “Harapan kami, seluruh stakeholder dan masyarakat di Jember mampu berkreasi dan berinovasi mencari peluang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga tak ada lagi orang yang bingung mencari lapangan pekerjaan. Jika dia kreatif, insya Allah akan terbuka lebar jalan menuju kesuksesan dunia dan akhirat,” katanya. [wir/beq]






