Jember (beritajatim.com) – Eby Hara, doktor ilmu hubungan internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyarankan pemerintah untuk menolak kehadiran tim nasional sepak bola Israel dalam Piala Dunia U20 di Indonesia.
“Kalau menurut saya sih visanya tidak usah dikeluarkan,” kata Eby, yang juga peneliti di Center for Research in Social Sciences and Humanities (C-RiSSH) Universitas Jember ini, ditulis Minggu (26/3/2023).
Israel lolos ke Piala Dunia U20 dengan status runner-up Piala Eropa U19 yang diselenggarakan di Slovakia. Mereka kalah 1-3 dari Inggris di final. Sepanjang sejarah turnamen Piala Dunia U20, ini kali pertama Israel lolos dari babak kualifikasi. Piala Dunia U20 akan digelar pada 20 Mei – 11 Juni 2023 di sejumlah kota di Indonesia.
BACA JUGA:
Isu Tolak Timnas Israel, Moeldoko: Pemerintah Lakukan Pendekatan
Eby menyadari, penolakan terhadap Israel adalah sebuah langkah yang sulit untuk diambil. Pemerintah ingin menjadikan Piala Dunia U20 sebagai bagian dari diplomasi soft power yang menguntungkan Indonesia. Apalagi sebelumnya Indonesia berhasil menyelenggarakan Asian Games pada 2018.
“Pemerintah ingin kita dilihat sebagai negara yang well organized. Dengan menggelar event olahraga besar, citra dan nama kita dikenal luas di dunia internasional dan punya multiplier effect seperti turisme dan perekonomian,” kata Eby.
BACA JUGA
Catat: Bukan Hanya Indonesia yang Pernah Menolak Timnas Israel
Dengan gagalnya Israel berpartisipasi dalam Piala Dunia U20, pemerintah Indonesia akan kehilangan muka. Upaya menjadikan sepak bola sebagai diplomasi soft power tidak berhasil. “Tapi ada aspek lain yakni aspek ideologi dan komitmen. Pemerintah justru menegaskan sikap Soekarno bahwa penindasan harus dihapuskan,” kata Eby.
Eby mafhum, saat ini dunia sangat pragmatis. “Kita takut. Tapi itu tergantung pemimpinnya. Kalau pemimpinnya tegas ya kita mohon maaf kepada FIFA. Ini persoalan serius, karena masyarakat kita juga menolak,” kata Eby.
Lagipula, kehadiran timnas Israel di Indonesia, menurut Eby, berpotensi memunculkan situasi tidak kondusif. “Pengamanannya ekstra ketat dan sangat tidak kondusif. Cost-nya sangat besar. Kadang-kadang emosi masyarakat juga bisa tidak terkendali dan tak bisa diperkirakan,” katanya.
BACA JUGA
Teladani Bung Karno, Banteng Surabaya Tolak Israel di Piala Dunia U20
Rencana kehadiran timnas Israel ini direspons keras oleh sejumlah organisasi dan partai politik dengan latar belakang ideologi berbeda. Mereka kompak menolak kehadiran Israel, termasuk dua gubernur kader PDI Perjuangan: Wayan Koster dan Ganjar Pranowo. Seluruh suara protes sama-sama menjadikan kekejaman Israel terhadap rakyat Palestina sebagai alasan penolakan.
“Sikap penolakan PDI Perjuangan Jawa Timur ini didasarkan pada komitmen solidaritas terhadap perjuangan Bangsa Palestina atas perlawanan menghadapi aneksasi, penjajahan dan pembunuhan yang terus dilakukan oleh Israel terhadap Bangsa Palestina,” kata Pelaksana Tugas Ketua PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah. [wir]






