Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya menagih janji Ketua Umum PSSI Erick Tohir dan PT LIB terkait penggunaan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya di laga tunda melawan Arema FC, 11 April 2023 mendatang.
Manajer Persebaya Yahya Alkatiri mengatakan, kalau memang pihak PSSI dan LIB tidak bisa menepati janjinya, sejak awal harusnya tidak menjanjikan di hadapan bonek atau suporter Persebaya. Sehingga saat ini bonek menagih kepada manajemen mengapa laga tunda melawan Arema FC tak kunjung dilakukan di stadion home base Bajul Ijo.
“Sebenernya semua orang kan sudah tahu bagaimana janjinya Pak Erick tentang Persebaya di GBT. Tapi ya bagagimana kemungkinan tidak bisa digunakan. Sebenarnya kami takut nantinya teman-teman bonek tidak percaya dengan janji yang diberikan kemarin,” ungkap Yahya, Minggu (26/3/2023).
BACA JUGA:
Laga Persebaya Surabaya Vs Arema FC Resmi Ditunda
Lebih lanjut, jika bicars kerugian, menurut Yahya, tentu Persebaya harus akan meraup kerugian yang cukup besar bukan hanya pemasukan dari para penonton. Tim asal Surabaya ini juga harus mengeluarkan dana besar untuk bermain di luar kandang .
“Kalau bicara rugi ya pasti rugi. Yang seharusnya kita dapat pendapatan dari suporter penuh, namun ini tidak. Harusnya kondisi ini kita kembalikan ke PT LIB sebagai operator hang membiayai semua,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Laga Persebaya Vs Arema FC DItunda, Aji: Merugikan Tim
Besar kemungkinan Persebaya Surabaya akan menjamu Arema FC Di Stadion PTIK Jakarta. Laga Persebaya Surabaya vs Arema FC sejatinya digelar pada pekan ke-28 Liga 1 2022-2023, yakni 5 Maret 2023 lalu. Namun, PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi resmi menyebut pertandingan tersebut ditunda. Laga bertajuk Derbi Jatim tersebut dipindahkan 11 April 2023. [way/suf]






