Jember (beritajatim.com) – Pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh menurut lapangan usaha tahun lalu menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 4,53 persen. Produk domestik regional bruto (PDRB) mencapau Rp 88.075,45 triliun.
Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, dalam Sidang Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jember 2022, di gedung DPRD Jember, Jumat (24/3/2023) malam.
“Pertumbuhan ekonomi tertinggi adalah lapangan usaha kategori transportasi dan pergudangan sebesar 16,07 persen, kategori jasa lainnya sebesar 12,02 persen, dan kategori penyediaan akomodasi makan dan minum 11,81 persen. Sementara kategori lapangan usaha lainnya juga terdapat kenaikan dengan besaran yang bervariasi,” kata Firjaun.
Sementara itu, PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Kabupaten Jember pada 2022 sebesar Rp 88.075,45 triliun. “Terdapat kenaikan dibandingkan PDRB ADHB 2021 yang tercatat sebesar Rp 81.068,84 triliun,” kata Firjaun.
Sementara untuk PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Kabupaten Jember pada 2022 sebesar Rp 57.167,13 triliun. “Terdapat kenaikan dibandingkan PDRB ADHK 2021 yang tercatat sebesar Rp 54.688,72 triliun,” kata Firjaun.
Di tengah pertumbuhan ekonomi itu, distribusi pendapatan yang diterima oleh masyarakat Jember lebih merata dibandingkan dengan kondisi pada tahun yang lalu. Ini bisa dilihat dari tingkat ketimpangan pendapatan atau indeks gini ratio Kabupaten Jember tahun lalu sebesar 0,301, turun 0,035 poin dari 0,336 pada tahun 2021. “Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan indeks gini ratio Provinsi Jawa Timur 2022 yaitu sebesar 0,371 poin,” kata Firjaun.
Pertumbuhan ekonomi ini juga diikuti oleh berkurangnya jumlah penduduk miskin. Jumlah penduduk miskin di Jember pada 2021 tercatat 257.090 jiwa atau 10,41 persen. Tahun lalu terdapat 232.730 jiwa penduduk miskin di Jember atau berkurang 24.360 jiwa. Tingkat kemiskinan Kabupaten Jember tahun 2022 tercatat sebesar 9,39 persen.
Angka kemiskinan di Kabupaten Jember masih lebih rendah dibandingkan nilai rata-rata angka kemiskinan di Jawa Timur (10,38 persen) dan angka kemiskinan nasional pada September 2022 yang tercatat sebesar 9,57 persen.
Berkurangnya jumlah penduduk miskin ini berbanding lurus dengan berkurangnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Jember pada Agustus 2022 sebesar 4,06 persen. Ada penurunan 1,38 persen dibandingkan Agustus 2021. “Secara makro besaran TPT di Kabupaten Jember masih lebih rendah di bandingkan TPT Jawa Timur yang tercatat sebesar 5,49 persen dan TPT Nasional sebesar 5,86 persen,” kata Firjaun.
“Tentunya angka tersebut menunjukkan upaya-upaya dan langkah-langkah yang kita jalankan selama dua tahun ini sudah linear dengan upaya penurunan kemiskinan. Namun ke depan masih diperlukan langkah-langkah akselerasi yang lebih optimal, mengingat jumlah penduduk Kabupaten Jember sangat besar dan berada di posisi kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Malang,” kata Firjaun. [wir]






