Gresik (beritajatim.com) – Sejak beroperasi tahun 2012, pabrik PT Semen Indonesia (persero) Tbk atau SIG di Kabupaten Tuban telah menerapkan teknik ‘surface mining’ (teknik penambangan tanpa peledakan). Sebaliknya SIG menggunakan mobile milling machine, surface miner engine power 950 HP, untuk pemberaian batu gamping sebagai bahan baku.
Pabrik yang berjarak 700 meter dari area pemukiman penduduk sudah tidak lagi menggunakan teknik peledakan. Hal itu sesuai arahan dari pemerintah berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 1827 K/30/MEM/2018.
Surface mining adalah teknik penambangan tanpa peledakan yang dilakukan di atas permukaan dengan menggunakan mobile milling machine. Alat ini memiliki kapasitas pengerukan 300 ton material per jam. Sementara untuk pengumpulan material hasil pemberaian dilakukan dengan menggunakan wheel loader.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan penerapan teknik surface mining yang telah dimulai sejak 2012 ini merupakan bentuk improvisasi dalam kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh SIG.
“Teknik peledakan di lokasi yang berdekatan dengan pemukiman penduduk di jarak 500 meter hingga 700 meter sangat berbahaya dan merusak lingkungan,” katanya, Jumat (24/03/2023).
Ia menambahkan, melalui teknik surface mining memiliki keunggulan antara lain meminimalisasi timbulnya polusi debu, kebisingan, dan getaran. Selain itu, teknik ini juga meningkatkan kualitas produksi hasil tambang (run-off mine) karena dilakukan dengan metode penambangan selektif, serta membentuk permukaan teras penggalian yang bersih dan stabil.
“Selain menambang secara berkelanjutan, SIG juga memulihkan kembali lahan pascatambang dengan melakukan reklamasi dengan penanaman berbagai jenis pohon, diantaranya jati, johor, mahoni, sengon, flamboyan, trembesi, kesambi dan juwet,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Kinerja SIG Positif, Laba Tahun Berjalan Naik Jadi Rp 2,499 Triliun
SIG Siap Pertahankan Dominasi Pasar Industri Semen
Dirut Donny Arsal: SIG Harus Terdepan di Industri Semen Regional
Hingga Februari 2023 lanjut Vita, SIG telah melakukan reklamasi lahan pasca tambang batu gamping di Pabrik Tuban seluas 313,36 hektar, dan menanam sebanyak 533.200 pohon.
Vita Mahreyni menjelaskan program reklamasi yang dilaksanakan SIG melibatkan 527 petani binaan yang tergabung dalam 24 kelompok untuk menggarap lahan green belt. Para petani diberikan sarana produksi, pelatihan, serta edukasi mengenai inovasi pertanian yang efektif, efisien dan berbasis kelestarian lingkungan. [dny/but]






