Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 41 mahasiswa internasional dari tiga negara, yaitu Malaysia, Filipina, dan Uzbekistan akan belajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma). Pada saat yang sama ini FEB mengirimkan 7 mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan selama 1 (satu) semester di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTM).
41 mahasiswa itu terdiri atas 20 mahasiswa dari UTM mengikuti program inbound mobility, mereka didampingi 8 dosen. Kemudian 18 Mahasiswa TAU Philippines mengikuti internship. Dan 3 mahasiswa dari Tashkent State University Oriental Study ( TSUOS) Uzbekistan mengikuti program student exchange secara offline selama 2 semester yang dimulai sejak wal semester 2023/2024.
Saat seremoni pelepasan dan penyambutan program student exchange dihadiri langsung oleh Head of International Office UTHM Malaysia dan TSUOS Uzbekistan. Dekan FEB Unisma, Nur Diana, S.E., M.Si menyampaikan bahwa pada semester genap tahun akademik 2022 lalu pihaknya gencar memperkuat program student exchange internasional dan internship. Hal itu sebagai langkah mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
“Sejalan dengan visi dan misi Internasional FEB, sejak tahun 2018 sudah memperkuat program agar semua program studi berdaya saing internasional. Berbagai terobosan sudah dilakukan mulai dari penyusunan Renstra, pengembangan kurikulum serta implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Kami senantiasa melibatkan mitra industri maupun perguruan tinggi dunia internasional,” kata perempuan yang akrab disapa Diana itu, Jumat (24/3/2023).
Menurutnya hal itu penting untuk meningkatkan lulusan berdaya saing global. Recognized (pengakuan) pada kualitas program studi senantiasa ditingkatkan. Disamping juga meningkatkan mutu program studi dengan berbagai program inovatif.
Saat ini, sambung Diana, dua program studi (Prodi) yaitu akuntansi dan manajemen sedang mengikuti akreditasi Internasional FIBAA dari Jerman. “Untuk itu 9 program MBKM sebagaimana dicanangkan Kemendikbud ristek angat berperan dalam mendukung peningkatan knowledge, hardskill, softskill maupun attitude lulusan,” ujarnya.

Disinggung terkait mahasiswa yang outbound (pertukaran ke luar) mereka berangkat lewat program internship di digital marketing Indonesia. Program ini, kata Diana, adalah implementasi, dan bentuk konsistensi FEB Unisma untuk mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) dan implementasi nyata MBKM.
“Mahasiswa maupun dosen kami sudah banyak meraih prestasi internasional yang mendukung kinerja IKU. Misalnya keterlibatan dalam konferensi internasional, joint riset, joint community service untuk presentasi hasil penelitian termasuk juga pengabdian masyarakat,” ujarnya.
“Capaian prestasi internasional ini, tak luput dari dukungan program international class yang dibuat dari tahun 2018. Kelas ini diciptakan khusus untuk mahasiswa yang berkemampuan TOEFL dengan syarat tertentu, kurikulum dengan standar internasional, bahasa pengantar memakai bahasa internasional. Outputnya, mahasiswa wajib ikut program internasional dengan mitra kampus luar negeri seperti student Exchange, internship, dual degree ataupun outbound Mobility,” pungkas Diana.
BACA JUGA:
Unisma Bahas Islam, NU, dan Deradikalisasi Agama
FEB Unisma Teken Kerjasama dengan PT Bank Mandiri
Unisma Kembangkan 5G Private dan GPON Laboratory
Ia menegaskan bahwa untuk mendukung Unisma sebagai World Class University pihaknya menggerakan semua komponen. Dia berharap akan mendukung peningkatan kualitas penelitian, produktivitas penelitian untuk jurnal internasional maupun untuk sitasinya.
“Kualitas lulusan FEB Unisma harus mampu bekerja dalam tim yang multikultural, mengolah dan mempresentasikan karyawan dan proyek. Di Samping kualitas pembelajaran serta infrastruktur yang mendukung proses akademik mahasiswa sehingga mendukung kompetensi mahasiswa agar berdaya saing internasional,” pungkas Dekan FEB Unisma. [dan/but]






