Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor menyerahkan kunci rumah kepada Tohari, warga RT 14 RW 03 Dusun Balongpoh Desa Kedungrejo Kecamatan Waru, yang sempat terbakar akibat korsleting listrik. Tohari adalah salah satu penerima manfaat program bedah rumah kerjasama Baznas dengan BPBD Sidoarjo.
Rumah Tohari terbakar tak tersisa pada bulan Februari lalu. Kini, rumah dengan ukuran 5×10 m2 itu telah selesai dibangun kembali dan bisa ditempati oleh korban (Tohari, red).
Kerjasama tersebut mendapat apresiasi dari Gus Muhdlor. Rabu (22/3/2023), Gus Muhdlor secara simbolis menyerahkan kunci rumah milik Tohari. Penyerahan kunci oleh Gus Muhdlor itu sekaligus syukuran. “Program seperti ini bentuk kehadiran pemerintah kepada rakyatnya. Pemkab Sidoarjo akan selalu hadir saat warganya mengalami kesusahan. Seperti halnya yang dialami warga Desa Kedungrejo Waru yang mengalami musibah kebakaran,” ucap Gus Muhdlor.
Pihaknya bersama Baznas dan BPBD Kab. Sidoarjo akan terus berusaha sekuat tenaga untuk hadir ketika warganya membutuhkan atau kesusahan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-sidoarjo”]
Sinergi yang baik dalam mensejahterakan rakyat, harus terus terbangun. Termasuk sinerginya program Baznas Sidoarjo dengan BPBD Sidoarjo tersebut.
Menurutnya sinergi seperti ini penting dilakukan. Pasalnya akan mempercepat bantuan yang diberikan kepada warga. Ia juga mengapresiasi pihak lain yang turut membantu warga yang mengalami musibah seperti ini. Seperti yang dilakukan Lazisnu Sidoarjo.

“Kita bisa membantu secara cepat dengan saling bekerjasama, seperti bencana puting beliung yang pernah terjadi, BPBD, Baznas hadir semua saat kejadian,” papar putra KH Agoes Ali Masyhuri itu.
Ketua Baznas Sidoarjo H. Chasbil Azis Salju Sodar mengatakan realisasi program bedah rumah milik Tohari hasil gotong royong dari berbagai pihak. Tidak hanya dari BPBD Sidoarjo saja namun juga dari pihak Desa Kedungrejo serta Lazisnu Sidoarjo. Anggaran pengerjaannya mencapai Rp. 47 juta lebih. Pengerjaannya sendiri dilakukan selama 21 hari.
“Karena plafon program bedah rumah kita hanya Rp 20 juta, kami koordinasi dengan BPBD Sidoarjo dan pihak Desa Kedungrejo serta Lazisnu Sidoarjo yang juga membantu. Kita gotong royong, kerjasama merealisasikan program bedah rumah milik bapak Tohari,” terang pria yang akrap dipanggil Gus Jazuk itu.
Kepada Pemkab Sidoarjo, Tohari mengucapkan terima kasihnya. Bantuan yang diterimanya ia anggap bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat kecil seperti dirinya.
Tohari mengakui untuk membangun kembali rumahnya yang habis terbakar sangatlah berat. Pekerjaannya sebagai pelaku seni dirasa tidak akan mampu bila harus membangun kembali rumahnya. “Kalau saya pribadi membangun rumah ini tidak mampu, alhamdulillah dibantu oleh pemerintah,” imbuhnya. (isa/kun)






