Bojonegoro (beritajatim.com) – Harga minyak goreng subsidi di pasaran tetap mahal. Sejumlah pedagang di Pasar Tradisional Bojonegoro masih menjual minyak goreng subsidi itu dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Mahalnya harga minyak goreng subsidi itu, menurut pedagang di Pasar Tradisional Bojonegoro Suyono, karena stok langka dan harga beli dari agen sudah mahal. Kelangkaan minyak goreng itu juga ditengarai karena menjelang bulan Ramadhan.
Kelangkaan minyak goreng subsidi bermerk Minyak Kita itu menurutnya sudah terjadi sejak dua pekan terakhir. Sehingga jika ada stok, pihaknya mengaku menjual dengan harga Rp17 ribu per liter. Sedangkan untuk HET yang ditetapkan pemerintah senilai Rp14 ribu perliter.
BACA JUGA:
Pemerintah Gelontorkan 2.250 Dos Minyak Kita di Gresik
Minyakita Kemasan Botol di Pasar Banyuwangi Menghilang
Eri Cahyadi Ingatkan Pedagang Tak Jual MinyaKita Lebihi HET
“Pedagang menjual Minyak Kita (subsidi) di atas HET, karena dari agen (harganya) sudah tinggi,” ujar Suyono, Selasa (21/03/2023).
Sementara, pedagang lain, Wahyuni mengungkapkan, harga sejumlah minyak kemasan berbagai merek juga mahal. Harganya berkisar antara Rp18 ribu perliter hingga Rp21 ribu rupiah perliter, atau masih di atas harga Minyak Kita. [lus/but]






