Bojonegoro (beritajatim.com) – Menjelang puasa ramadhan, harga sejumlah kebutuhan dapur mengalami kenaikan. Diantaranya harga kebutuhan dapur yang mengalami kenaikan di Pasar Tradisional Bojonegoro itu adalah daging ayam dan ikan laut.
Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Tradisional Bojonegoro, Mutmainah mengatakan, harga kebutuhan dapur menjelang bulan puasa memang selalu mengalami kenaikan. Namun berbeda dengan daya beli masyarakatnya.
Ia mengungkapkan, daya beli masyarakat belakangan masih rendah. Pada tahun sebelumnya, penjualan daging menurutnya masih tinggi. Per hari ia bisa menjual daging hingga 60 potong. Namun, belakangan hanya bisa menjual rata-rata 30 potong. “Sekarang penjualan sepi semua, tidak seperti tahun sebelumnya masih ramai pembeli,” ujarnya, Selasa (21/03/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”ramadhan”]
Perempuan asal Kelurahan Ledok Kulon itu mengungkapkan, harga ayam jenis Ras saat ini per kilogramnya senilai Rp 35 ribu. Sedangkan untuk ayam Jawa per ekornya juga mengalami kenaikan harga. Per ekor saat ini senilai Rp50 ribu hingga Rp 60 ribu. “Kenaikannya berkisar antara Rp2.000 sampai Rp 5 ribu,” ungkapnya.
Sementara untuk harga ikan laut, seperti udang seharga Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu. Kemudian harga cumi-cumi kecil senilai Rp50 ribu per kilogram. Dan untuk ikan laut jenis bandeng dan gurami juga mengalami kenaikan berkisar seharga Rp30 ribu sampai Rp 45 ribu per kilogram.
Sementara sesuai data di Badan Pusat Statistik Jawa Timur, daya beli masyarakat Kabupaten Bojonegoro pada 2022 masih rendah. Rata-rata pengeluaran penduduk Bojonegoro per tahun atau pengeluaran perkapita riil, senilai Rp10,3 juta.
Daya beli masyarakat Bojonegoro ini lebih rendah jika dibanding dengan kabupaten sekitar. Seperti, Kabupaten Tuban mencapai Rp10, 703 juta, Ngawi Rp11, 563 juta, Jombang Rp11,579 juta, dan Lamongan Rp11,648 juta. [lus/kun]






