Surabaya (beritajatim.com) – Syabda Perkasa Belawa meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Tol Pemalang, Jawa Tengah, pada Senin dini hari (20/03/2023).
Syabda adalah seorang atlit bulutangkis muda Ia meninggal di usia 21 tahun, sangat muda dan digadang-gadang menjadi penerus sektor tunggal putra bulutangkis Indonesia.
Berikut Beritajatim merangkum fakta-fakta dan kronologi meninggalnya Syabda Perkasa Belawa.
BACA JUGA: Transaksi Misi Dagang Jatim-Kaltara Rp 279,332 M, Emil: Kuatkan Pasar Domestik
1. Rencananya Syabda dan keluarga berziarah ke Sragen
Kronologi kecelakaan, Syabda tengah berada dalam perjalanan menuju Sragen, Jawa Tengah, untuk menghadiri pemakaman neneknya yang meninggal dunia.
Nenek Syabda meninggal dunia pada Minggu (19/3/2023) malam. “Syabda meninggal dunia dalam perjalanan ke Sragen untuk berziarah karena neneknya meninggal dunia. Selamat jalan Syabda, You will be missed,” ujar Penasihat Teknis PB Djarum Yuni Kartika dalam unggahannya di media sosial sebagaimana dikutip Beritajatim (20/3/2023).
2. Syabda meninggal bersama sang Ibu
Kecelakaan mobil di tol Pemalang yang merenggut nyawa Syabda, terdiri dari rombongan ada lima orang. Selain Syabda, ada ayahnya yang bernama Muanis (49), ibunya yang bernama Anik Sulistyowati (48), dan dua saudaranya, masing-masing Diana Sakti Anistyawati (25) dan Tahta Bathari Cahya Loka (11).
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iqbal Alqudusy menjelaskan kecelakaan itu terjadi pada Senin (20/03), sekitar pukul 03.40 dini hari WIB di KM 314A Tol Pemalang. Mobil yang ditumpangi Syabda melaju dengan kecepatan tinggi, lalu oleng sehingga menabrak truk dari belakang.
Semua korban dilarikan ke RSI Al Ikhlas, Pemalang, namun nyawa Syabda dan ibunya tak bisa diselamatkan.
Syabda mengalami luka cedera kepala berat, serta robek pada kepala sebelah kiri. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun akhirnya harus menghembuskan naoas terakhir. Sementara ibunya meninggal di tempat kejadian.
BACA JUGA: Kecelakaan Magetan, Serempet Satria, Wuling Tercebur Sawah, 1 Pelajar Luka
3. Dugaan sebab kecelakaan karena mengantuk
Sebab kecelakaan masih dalam penyidikan kepolisian. Namun polisi menduga pengendara mobil yang ditumpangi Syabda mengantuk, sehingga lepas kendali hingga akhirnya menabrak truk yang berjalan searah di depannya.
Mobil tersebut melaju dari arah barat ke timur di lajur kiri dengan kecepatan di atas rata-rata, sesampainya di lokasi kejadian diduga pengendara dalam kondisi mengantuk sehingga membentur Kbm (kendaraan bermotor) truk Nopol AG 8711 V yang melaju searah di depannya.
4. Jenazah Syabda dan Ibunya dimakamkan bersama snag nenek di satu liang lahad
Jenazah Syabda dan ibunya, Anis Sulistyawati dikebumikan bersama sang nenek pada satu liang lahad. Tepatnya jenazah mereka dikebumikan di di TPU Karaban, Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, pada Senin sore.
BACA JUGA: ITS Surabaya Perluas Kolaborasi Bidang Kemaritiman dan Industri
5. Ayah dan saudara luka-luka
Dalam insiden kecelakaan tersebut, ayah Syabda, Muanis Hadi Sutamto; kakak Syabda, Diana Sakti Anistyawati; dan adik, Tahta Bathari Cahyaloka mengalami luka-luka.
Mengutip dari keterangan staf PBSI (20/3/2023), Muanis, yang menjadi sopir saat peristiwa tersebut mengalami luka di bagian pelipis. Sedangkan kakak Syabda Diana Sakti Anistyawati, mengalami luka memar di mata sebelah kanan.
Banyak pihak yang berduka dan hingga sekarang terus memberikan do’a kepada Syabda dan keluarga. Banyak pebulutangkis dunia juga turut mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya.
Syabda yang lahir pada 25 Agustus 2001 merupakan tunggal putra muda Indonesia. Ia memiliki karir yang diperhitungkan, hingga bisa masuk bagian dari tim yang menjadi runner-up Piala Thomas tahun lalu di Bangkok.
Ia tampil sekali di penyisihan grup dan menyumbang poin penentu saat mengalahkan Korea Selatan 3-2. (kai/ian)






