Malang (beritajatim.com) – Kedatangan sebanyak 37 warga Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang mempertanyakan dana bantuan gempa bumi di kantor desa setempat, disambut baik Ari Joko Suyono.
Menurut Ari Joko selaku Kepala Desa Sumbertangkil, apa yang dilakukan warga sudah benar dan tidak salah. “Jadi kedatangan warga ke kantor Desa Sumbertangkil menurut saya itu tidak salah. Mereka menanyakan hak atas bantuan dana kerusakan rumah terdampak gempa tahun 2021 lalu,” tegas Ari Joko Suyono, Senin (20/3/2023).
Suyono menjelaskan, sesuai laporan korban gempa bumi tahun 2021 lalu yang pertama, ada sebanyak 395 rumah di Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, terdampak gempa mulai dari kategori rusak berat, sedang dan rusak ringan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”gempa-malang”]
Kemudian, lanjut Suyono, setelah terjadi gempa bumi susulan, pihaknya kembali melaporkan sebanyak 81 unit rumah warga kembali terdampak. Sehingga jumlah total sebanyak 476 unit rumah mengalami kerusakan.
“Hasil dari verifikasi Kabupaten Malang ternyata yang muncul hanya 29 data korban yang rumahnya rusak. Atas kejadian itu, kami tidak menyalahkan warga untuk bertanya langsung kepada pemerintah Desa. Apalagi, dengan hilangnya sebanyak 35 data nama korban di satu pedukuhan. Sebagai Kepala Desa, saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Termasuk memberi masukan kepada beberapa anggota dewan bahkan langsung kepada bapak Bupati Malang HM. Sanusi,” kata Suyono.
Suyono sampai hari ini juga masih bertanya-tanya terkait tidak masuknya dalam verifikasi data ada sebanyak 35 korban dalam kategori rumah rusak berat. “Mungkin datanya terselip atau bagaimana. Dengan kondisi rumah warga kami yang rusak berat saat ini, sesuai janji pemerintah agar segera dicairkan,” Suyono mengakhiri. (yog/kun)






