Jember (beritajatim.com) – Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia Djember (Persaid) berhasil menjuarai turnamen sepak bola amputasi Piala Bupati Jember 2023. Namun Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum bisa memastikan adanya bonus untuk mengapresiasi prestasi ini karena baru akan mengusulkan.
“Kalau bonus kita apresiasi, adalah ya. Tapi kita melihat dulu, karena anggaran sudah berjalan. Nanti kita usulkan. Mudah-mudahan usulan kita bisa diapresiasi dengan baik oleh teman-teman DPRD. Kami hanya mengusulkan, dengan demikian bisa jadi pemicu semangat mereka,” kata Kepala Dispora Jember Murdiyanto, ditulis senin (20/3/2023).
“Haruslah ada apresiasi. Tapi kita sesuaikan dengan kemampuan kita. Di samping Persaid, masih banyak teman lain yang bertanding juga. Jadi kita sesuaikan dengan kemampuan yang kami miliki,” kata Murdiyanto.
Persaid menjadi juara Piala Bupati setelah mengalahkan Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Surabaya (Persas) 4-1 dalam pertandingan final, di Stadion Notohadinegoro, Jember, Minggu (19/3/2023). Empat gol Persaid dicetak Bahiri pada menit 7, 32, dan 38, serta gol bunuh diri pemain Persas Firman pada menit 28. Satu-satunya gol Persas dicetak Rilus pada menit 12.
Murdiyanto memuji turnamen Piala Bupati Jember. “Teman-teman Persaid ini di samping berani mengadiakan (turnamen), memiliki visi dan misi. Namun demikian ke depan, kita harus bisa bersinergi lagi, menata ulang pengalaman-pengalaman yang sudah kita lalui sehingga ke depan bisa lebih eksis lagi. Teman-teman seluruh Jawa Timur bisa datang ke Jember dengan upaya yang kita lakukan ke depan,” katanya.
Murdiyanto semula mengira ada 38 tim dari seluruh Jawa Timur yang datang. “Ternyata ada enam tim. Inilah awal permulaan yang memang harus diambil teman-teman Persaid, harus Berani memang. Apalagi teman-teman Persaid punya pengalaman mengadakan event setingkat nasional di Jember,” katanya.
Murdiyanto berharap semua pihak duduk bersama untuk membicarakan rencana ke depan. “Apa yang harus kita lakukan. Memang harus kita kolaborasi. Dunia ini sudah mengglobal. Tidak bisa kita kerjakan sendiri,” katanya.
Bagaimana pembinaan yang akan dilakukam Dispora? “Nanti akan kita planning. Ada perencanaan yang tepat. Apa saja program Persaid? Dengan KONI dan KORMI, kita duduk bersama, jadi terencana dengan baik,” kata Murdiyanto.
Murdiyanto menyebut Piala Bupati adalah pengungkit awal. “Seberapa jauh antusiasmenya dan kebersamaan Persaid dengan teman-teman yang lain. Ini kita lihat. Kalau event ini luar biasa, akan kita laksanakan tiap tahun,” katanya. [wir]






