Surabaya (beritajatim.com) – Kehadiran bulan Ramadhan tinggal menghitung hari. Sejumlah lokasi makam tampak dikunjungi para peziarah. Hal ini disebabkan ziarah kubur sudah menjadi tradisi yang banyak dilakukan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Secara etimologi, kata ziarah berasal dari bahasa Arab zaara-yazuuru-ziyarotan yang berarti kehendak untuk mendatangi atau berkunjung ke suatu tempat.
Sementara itu, menurut istilah, ziarah kubur berarti mengunjungi kuburan dari kerabat, kawan, saudara, atau siapapun baik kuburan yang muslim atau kafir.
Umumnya, yang dilakukan para peziarah adalah mendoakan mereka yang telah meninggal dan sekadar menengok atau membersihkan makamnya.
Tak banyak yang tahu bahwa ternyata tradisi ini pernah dilarang oleh Rasulullah SAW pada masa awal – awal Islam. Pasalnya di zaman tersebut kegiatan ini seringkali digunakan sebagai bentuk menyekutukan Allah, ada pula peziarah yang berteriak dan menangis secara berlebihan.
BACA JUGA: Sebentar Lagi Ramadhan, Berikut Doa Ziarah Kubur Lengkap dengan Terjemahannya
Namun kini ziarah kubur telah diubah menjadi kegiatan yang diperbolehkan, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian,” (HR. Muslim).
Manfaat Ziarah Kubur
Di riwayat yang lain, Rasulullah juga menjelaskan sejumlah manfaat dari ziarah kubur, seperti yang tercantum dalam hadits HR. Hakim yang berbunyi:
“Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah),” (HR. Hakim).
Dengan kata lain, melakukan ziarah kubur bisa membuat manusia kembali mengingat akan kematian dan adanya pembalasan di akhirat kelak. Sehingga mereka bisa memaksimalkan untuk berbuat amal soleh semasa hidup ini, karena tidak ada satu orang pun yang tahu kapan, di mana, dan seperti apa ajal akan menjemput.
BACA JUGA: Sambut Ramadhan, Ini Bacaan Niat dan Doa Buka Puasa
Selain itu, melakukan ziarah ternyata juga membawa manfaat bagi mereka yang sudah meninggal. Seperti yang telah dijelaskan dalam hadits riwayat Abu Daus bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seseorang yang menziarahi kubur saudaranya seraya duduk di dekat kuburannya itu, melainkan penghuni kubur akan merasa senang kepadanya sehingga orang itu beranjak pergi dari kuburnya,” (HR. Abu Daud).
Berziarah kubur juga akan meringankan siksaan yang diterima para ahli kubur, itulah mengapa disunnahkan membaca surat Yasin bagi para peziarah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang memasuki perkuburan, lalu membaca surat Yasin, Allah akan meringankan siksa bagi penghuni kubur dan bagi yang membaca pahala kebaikan – kebaikan sejumlah penghuni kubur tersebut,” (HR. Abdul Aziz).
Itulah manfaat – manfaat yang bisa didapatkan ketika melakukan ziarah kubur, baik untuk sang peziarah maupun sang penghuni kubur itu sendiri. (mnd/nap)






