Jember (beritajatim.com) – Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia Djember (Persaid) akhirnya menjadi juara turnamen sepak bola amputasi Piala Bupati Jember, di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (19/3/2023) siang.
Persaid mengalahkan Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Surabaya (Persas) 4-1 di babak final. Empat gol Persaid dicetak Bahiri pada menit 7, 32, dan 38, serta gol bunuh diri pemain Persas Firman pada menit 28. Satu-satunya gol Persas dicetak Rilus pada menit 12.
Sejak menit awal kedua kesebelasan saling serang. Namun Persaid yang diperkuat empat pemain tim nasional memang lebih unggul dari aspek permainan. Bahiri berkali-kali sendirian mengobrak-abrik pertahanan Persas. Dia semakin leluasa, setelah Khusnul Yakin, Kapten Persas, harus keluar lapangan karena cedera.
Usai pertandingan, Khusnul terduduk dan meneteskan air mata. “Kelemahan kami ada di pertahanan. Setelah saya cedera dan harus ditandu keluar, formasi kacau. Tapi pertandingan pagi ini sangat seru dan sengit. Meski kami kalah 1-4, tapi pemain-pemain muda kami tetap berjuang,” katanya.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Persas. “Kami akan berlatih lebih giat agar pemain-pemain muda Persas lebih baik lagi. Insya Allah kami dengar setelah lebaran ada Piala Presiden. Kami akan bersiap-siap menyongsongnya,” kata Khusnul.
Muhammad Shiddiq Bahiri, gelandang serang Persaid, bersyukur bisa juara. “Alhamdulillah kami bisa menjaga kekompakan dan sportivitas agar bisa menampilkan permainan terbaik,” katanya.
Pencetak gol terbanyak Persaid ini memuji permainan Persas. “Pertandingan tadi sangat seru. Kedua tim saling jual beli serangan. Saya merasa agak kesulitan menghadapi Surabaya dalam final kali ini,” kata Bahiri.
Bahiri dinobatkan menjadi pencetak gol terbanyak selama turnamen dengan sebelas gol. Dia berhasil mencetak enam gol saat melawan Persawangi, dua gol saat melawan Persas di babak penyisihan, dan tiga gol di final. Sementara predikat pemain terbaik diraih Sirilus Siko, penyerang persas Surabaya, dan predikat pemain muda terbaik diraih Muhammad Hafid dari Persaid.
Juara ketiga diraih oleh Persam Madura dan juara keempat diraih Persama Malang. “Peringkat ketiga dan keempat ditentukan dari hasil babak penyisihan grup. Persam mendapat enam poin dari dua pertandingan dan Persama tiga poin dari dua pertandingan,” kata Rixhie Saputra, pelatih Persaid Jember yang juga direktur teknik Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI).
Penyerahan piala dan piagam penghargaan dilakukan simbolis oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Murdiyanto. “Piala yang kami rancang belum jadi,” kata Sugianto, ketua panitia. Piala sesungguhnya turnamen diserahkan Ketua Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI) Jember M. Agus Sabirin kepada tim Persaid di Hotel Kebonagung beberapa jam kemudian. [wir]






