Jombang (beritajatim.com) – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyampaikan pesan damai. Bukan dengan ikrar. Tapi lewat seruputan kopi. Itulah yang dilakukan PN (Pengadilan Negeri) Jombang kepada seluruh organisasi pencak silat yang ada di Kota Santri.
Seluruh pengurus organisasi itu diundang. Mereka duduk bersama. Lalu menikmati ngopi bersama. Bukan hanya pesilat, seluruh jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) juga diundang. Ada Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Kapolres AKBP Moh Nurhidayat, Ketua DPRD Mas’ud Zuremi, serta dari Kejaksaan dan Kodim setempat.
Tentu saja, salah satu ruangan di PN Jombang yang biasa digunakan untuk sidang, disulap menjadi ruang pertemuan yang cantik. Meja dan kursi ditata melingkar. Panggung yang biasa digunakan hakim menyidangkan perkara diubah menjadi tempat sambutan.
BACA JUGA:
Komplotan Pesilat di Jombang Bacok Korban, 1 Ditangkap 3 Buron
“Saya sengaja mengundang perwakilan perguruan silat di Jombang. Bukan untuk ikrar. Tapi ngopi bareng. Ini untuk menebar energi damai bagi kita semua. Acara ini dalam rangka HUT ke-70 IKAHI (Ikatan Hakim Indonesia),” kata Ketua PN Jombang Bambang Setyawan, Kamis (16/3/2023).
Bambang mengaku prihatin dengan gesekan antar-perguruan silat akhir-akhir ini. Bambang juga trenyuh ketika melihat seorang ibu menangis di runga sidang karena anaknya yang masih di bawah umur menjadi pesakitan. “Semua ini harus kita akhiri. Jangan lagi ada bentrokan. Jangan lagi ada anak di bawah umur yang menjadi terdakwa,” ujar alumnus UII (Universitas Islam Indonesia) Yogyakarta ini.
Bupati Berikan Apresiasi

Pada bagian lain, Ketua PN Jombang ini menjelaskan tentang hakim yang merupakan profesi tertua di dunia. itu dibuktikan dengan sejumlah catatan dari Plato, Aristoteles. Bahkan kitab suci Alquran juga menyebut berkali-kali profesi ini. “Begitu juga Pengadilan Negeri Jombang yang usianya lebih tua dari Pemkab Jombang. PN Jombang sudah ada sejak 1906. Pemkab Jombang setelah itu, yakni 1910,” ujar Bambang.
Bambang mengatakan bahwa ada 15 perguruan silat yang hadir dalam ngopi bareng tersebut. Mereka datang dengan seragam masing-masing. Selanjutnya, para pesilat itu diberi kesempatan untuk menyampaikan uneg-unegnya secara bergiliran. Bermacam-macam masukan yang disampaikan oleh pesilat dalam forum itu. Pada intinya mereka semua sepakat berdamai.
BACA JUGA:
Marak Bentrok Antar Pesilat di Jombang, Polisi Ancam Tembak di Tempat
Bupati Mundjidah Wahab mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Jombang. Walhasil, ada komitmen untuk menjaga kerukunan bersama. “Kam menyerap beragam aspirasi dari para pengurus perguruan silat. Kita akan terus lakukan pendekatan dan pembinaan kepada semuanya,” katanya.
Lalu, bagaimana tanggapan bupati dengan usulan pembangunan tugu persatuan untuk mencegah bentrok antar-pesilat? Mundjidah menyebut Pemkab Jombang saat ini sedang mengupayakan. Yakni mencarikan tempat dan penataan serta format persatuan.
“Usulan itu bagus. Selanjutnya kita desain dulu, formatnya bagaimana, tempatnya di mana. Tidak bisa sekarang tapi akan ada tim yang mengatur,” pungkas putri pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah ini. [suf/ted]






