Jember (beritajatim.com) – Bupati Jember Hendy Siswanto menandatangani pakta integritas yang disodorkan perwakilan warga Getem dan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam dialog di kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (15/3/2023).
Ada empat poin pakta integritas yang disodorkan warga dan mahasiswa:
1. Menghentikan aktivitas produksi dan mencabut izin semua industri tambak modern di wilayah sempadan Pantai Getem.
2. Menghentikan rencana pertambangan pasir besi di wilayah pesisir Getem.
3. Mengembalikan wilayah pesisir pantai sebagai fungsi pelindung.
4. Segera revisi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Jember yang tidak berpihak kepada kepentingan sosial dan ekologi masyarakat Jember selatan.
Poin 2-4 disepakati oleh Hendy. Namun ia keberatan dengan poin pertama. “Poin nomor 1 harus melibatkan semuanya. Perlu didiskusikan melibatkan APH (Aparat Penegak Hukum): teman-teman dari kepolisian dan kejaksaan. Yang nomor 2, 3, 4 oke,” katanya.
“Yang nomor 1 (minta agar tambak) yang ada izinnya dicabut semua. Saya kan tidak bisa sembarangan mencabut. Harus kita libatkan APH. Nomor 1 ini, jangan sampai saya tanda tangan, kemudian saya dituntut sama orang lain. Nomor 1 ini harus dibahas bareng-bareng. Ini aturan,” kata Hendy.
Hendy mengatakan, sebelum terpilih jadi bupati, tambak-tambak itu sudah beroperasi. “Pertama kali saya jadi bupati, saya punya niat membersihkan itu. Katanya tidak mau pindah dulu, karena bibitnya waktu itu masih baru, dan yang kerja orang-orang sana juga,” jelasnya.
“Saya bilang (agar mereka) pindah pada Desember. Ternyata ketika mau pindah, lokasi itu milik orang banyak. Jadi tidak bisa pindah. Itu yang dulu pada 2021. Kami menertibkan untuk masyarakat, bukan untuk pemkab. Tapi yang rapi, jangan sampai kami menertibkan tapi kena masalah,” kata Hendy.
Hendy mengajak mahasiswa dan warga ikut menertibkan tambak-tambak yang tak mengantongi izin. “Kita kan punya kegiatan, nanti kita atur sama-sama dengan Dinas Perikanan. Tolong kami dibantu untuk menertibkan bareng-bareng. Itu paling sip. Tapi jangan sampai kita melanggar regulasi. Kami tidak mau mengorbankan diri melanggar hukum,” katanya.
Hendy meminta waktu melakukan sosialisasi bersama-sama sepekan ke depan. “Baru kita tertibkan,” katanya.
Akhirnya, Hendy sepakat menandatangani pakta integritas itu asalkan ada keterangan tambahan untuk poin pertama. Keterangan tambahan itu ditulis oleh Kepala Dinas Perikanan Indra Tri Purnomo di hadapan Hendy dan seluruh hadirin rapat.
Ada tiga tambahan catatan untuk poin pertama:
a. Tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku atau sesuai dengan aturan yang berlaku.
b. Akan diadakan sosialisasi terlebih dahulu oleh tim penertiban tambak dalam waktu satu minggu ke depan.
c. Tim penertiban tambak akan turun ke lapangan dalam waktu satu minggu ke depan.
Usai pertemuan, Hendy mengatakan, akan menertibkan seluruh lahan pesisir. “Seluruh pesisir belum ada yang menertibkan. Pemkab yang dulu belum ada yang menertibkan. Ditertibkan baru sekarang. Kemarin-kemarin belum pernah ditertibkan. Kami menertibkan untuk masyarakat, bukan untuk investor,” katanya.
“Kalaupun ada investor masuk, harus berkolaborasi dengan masyarakat setempat sebanyak-banyaknya untuk masyarakat Getem,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-hendy-siswanto”]
Dimulai sejak 2021, hingga saat ini penertiban belum juga berhasil. “Mereka kan berproduksi. Tak ada tempat pindah yang baru. Mereka punya karyawan, masyarakat Getem juga. Sebagian. Pemiliknya kami tidak tahu. Tentunya mereka cari makan juga. Saya minta mereka mencari tempat yang baru dan pakai izin, dan mereka sudah datang mau mengurus izin,” kata Hendy.
Namun saat mengurus izin, mereka terbentur status tanah. “Maka kami dengan teman-teman Badan Pertanahan Nasional melakukan penertiban,” kata Hendy.
Salah satu catatan adalah sosialisasi terlebih dahulu oleh tim penertiban tambak dalam waktu satu minggu ke depan. Setelah sepekan sosialisas, Pemkab Jember akan melihat perizinan semua tambak. “Yang tidak ada izinnya, ya sudah cabut. Kondisinya seperi itu. Sejak 2021 saya sudah mengingatkan mereka semua,” kata Hendy. [wir/but]






