Jombang (beritajatim.com) – Wakil Presiden (Wapres) RI KH. Ma’ruf Amin memukul bedug saat berada di SMA Trensains Tebuireng, Rabu (15/3/2023). Pemukulan bedug tersebut sebagai tanda diluncurkannya GWI (Gerakan Wakaf Indonesia) di pesantren yang berada di Desa Jombok Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang ini.
Begitu bedug dipukul, hadirin langsung memberikan aplaus. Mereka bertepuk tangan. Selanjutnya, KH Ma’ruf Amin mengajak masyarakat untuk menyukseskan Gerakan Wakaf Indonesia atau GWI. “Kami berharap masyarakat menyukseskan Gerakan Wakaf Indonesia,” ujar Wapres RI Ma’ruf Amin.
Mengunjunjungi SMA Trensains Tebuireng memiliki arti tersendiri bagi Kiai Ma’ruf. Pasalnya, saat menjadi santri di Tebuireng Jombang, mantan Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) ini sering bermain ke Desa Jombok Kecamatan Ngoro. Namun saat itu SMA Trensains belum dibangun.
BACA JUGA:
Kunjungi Tebuireng Jombang, Wapres Ma’ruf Amin Nostalgia saat Jadi Santri
Lokasi tersebut merupakan lahan kosong yang luas. “Dulunya ini lahan kosong. Tempat saya bermain-main. Alhamdulillah sekarang sudah dibangun pesantren. Bangunannya megah,” ujar Wapres Ma’ruf Amin.
Berdasarkan catatan di Pesantren Tebuireng, KH Ma’ruf Amin menjadi santri selama enam tahun. Selama itu pula, mantan Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) ini mempelajari berbagai kitab fiqih, hadits dan ilmu-ilmu keagamaan. Kiai Ma’ruf di Tebuireng sekitar tahun 1958. Saat menjadi santri Tebuireng, Ma’ruf Amin tinggal di blok A dekat masjid. Kemudian pindah ke C, lalu ke pondok O.
Sementara itu, usai meresmikan GWI di SMA Trensains Tebuireng, rombongan bergerak menuju Institut Agama Islam Bani Fattah (IAIBAFA) Tambakberas Jombang. Di pesantren tersebut, Wapres menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda ke IX IAIBAFA Tahun Akademik 2022-2023. [suf/ted]






