Surabaya (beritajatim.com) – Lahan parkir di kawasan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menjadi catatan PSSI untuk pembenahan menjelang bergulirnya Piala Dunia U20 Indonesia pada 20 Mei hingga 11 Juni mendatang.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Zainudin Amali, bahwa kekurangan Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya hanya terkait pengaspalan tempat parkir yang berada di sisi utara Stadion GBT.
“Semuanya sudah bagus, Pak Ketua sudah mengatakan tadi, hanya satu terkait aspal tempat parkir yang belum selesai,” ucapnya, Selasa (14/3/2023).
Selain itu, Zainudin Amali mengatakan jika secara keseluruhan di dalam stadion berkapasitas 55 ribu penonton ini sudah bagus, tinggal penentuan stadion yang terpilih untuk menyelenggarakan pertandingan Piala Dunia U-20 oleh Federation Internationale De Football Association (FIFA). “Kepastiannya tergantung FIFA, semua penentuan stadion mana yang dipakai tergantung FIFA,” ucapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Piala-Dunia-U20″]
FIFA, menurut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) tersebut, akan datang ke Indonesia sekitar 20 hingga 27 Maret 2023.
Sementara Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati mengharapkan pengerjaan area parkir tersebut ditargetkan bisa rampung pada bulan ini. “Hampir minor semua catatan kemarin. Kami coba selesaikan parkir sisi utara GBT atau selatan lapangan ABC. Kami coba selesaikan pengerjaannya, Maret mudah-mudahan rampung,” ucap dia.
Wiwiek menyebut pemerintah kota juga masih menunggu pelaksanaan teknis perihal penerapan metode penyulaman rumput Stadion GBT. Pasalnya, penyulaman dilakukan secara bergantian di seluruh stadion yang proyeksikan menggelar pertandingan Piala Dunia U-20 2023.
Keenam lokasi pelaksanaan pertandingan itu, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali), Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Manahan (Solo), dan Stadion Si Jalak Harupat (Bandung). “Secara teknis saya belum mengetahui, alatnya sudah ada di Indonesia tetapi itu nanti bergantian di masing-masing venue dan yang mengerjakan PUPR,” katanya.(way/kun)






