Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman sudah dua tahun memimpin Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ada sejumlah capaian dan pekerjaan rumah sejak mereka dilantik Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada 26 Februari 2021 di Surabaya.
Mereka terpilih setelah memenangi pemilihan kepala daerah yang diselenggarakan pada 9 Desember 2020. Duet yang diusung Partai Gerindra, Partai Nasional Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Demokrat ini memperoleh dukungan 489.794 suara (46,60 persen).
“Ada keyakinan menang. Tapi ketika jadi sungguhan, saya agak sedikit terharu, senang, juga keder,” kata Hendy mengenang saat-saat awal memimpin Jember.
Beritajatim.com mewawancarai Bupati Hendy Siswanto mengenai kepemimpinannya selama ini, yang akan diterbitkan dalam beberapa bagian. Berikut petikan wawancara bagian pertama.
Beritajatim.com:
Pak Hendy, bisa diceritakan saat awal Anda dipilih dan dilantik menjadi bupati?
Hendy Siswanto:
Pada saat dilantik saya kaget juga. Saat pengumuman perhitungan cepat pada 9 Desember 2020, saya kaget: kok menang sungguhan. Ada keyakinan menang. Tapi ketika jadi sungguhan, saya agak sedikit terharu, senang, juga keder. Ada perasaan keder, karena saya biasa bekerja ala proyek yang memang bergaya cepat. Apakah mungkin kita lakukan hal seperti ini (saat jadi bupati)? Saya 40 tahun bekerja di proyek. Pengalaman itu mewarnai gaya kerja saya yang memang ingin cepat namun tetap dalam regulasi.
Beritajatim.com:
Bagaimana pandangan Anda setelah memimpin dua tahun?
Hendy Siswanto:
Kalau melihat hasil yang riil, cukup luar biasa. Menghitungnya dari memulai pada kondisi awal di Jember seperti itu. Capaian yang diperoleh cukup signifikan. Satu contoh paling sederhana: kami bekerja cuma sembilan bulan. Dua tahun itu riilnya bekerja sembilan bulan, karena 26 Februari 2021 ada pandemi yang melanda sampai April 2022.
Saat April 2022, kita memasuki PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Keguatan Masyarakat) Level 1. Di situlah saya memberanikan diri membuat pasar murah Ramadan, dengan risiko mendapat teguran hukum kalau melanggar. Saya sudah tidak tahan dengan kondisi Covid saat itu. Kondisi ekonomi semakin terpuruk, berisiko tinggi buat Jember dengan jumlah penduduk cukup besar.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
Di situlah saya memulai percepatan selama sembilan bulan. Saya berterima kasih kepada teman-teman Pemkab Jember, mitra kerja, jurnalis, kontraktor, karena bisa mewujudkan pekerjaan perbaikan jalan 1.198 kilometer selama kurun waktu 7-8 bulan. Ini bukan angka kecil.
Saya juga beterima kasih kepada teman-teman DPRD Jember yang mau menyetujui anggaran multiyears saat itu, pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021 dan 2022. Kalau tidak ada strategi itu, tidak mungkin tercapai.
Namun terus terang saja, capaian (selama dua tahun) itu masih belum masuk dalam ukuran (target) saya. Mohon maaf. Terlalu kecil menurut saya. Bukan saya mau besar-besar. Tapi (bila dibandingkan) apa yang dikeluarkan dari APBD selama ini dengan capaian yang didapat masih belum imbang.
Beritajatim.com:
Belum imbang bagaimana maksudnya?
Hendy Siswanto:
Kalau dilihat dari sisi ekonomi, apa yang dibayarkan pemerintah kepada karyawan pemkab dan dirupakan dalam bentuk pembangunan masih belum imbang. (Kami) perlu memaksimalkan kembali sumber daya manusia yang ada, mulai dari pelayanan hingga sasaran pembangunan yang tepat dan jangan sampai membuat program yang belum bisa dirasakan langsung.
Perencanaan (pembangunan) perlu. Namun karena keterbatasan anggaran dan ekonomi, perlu perencanaan action plan yang cepat. Jadi kalau perencanaannya tahun ini, tahun depan harus dilakukan. Pola pekerjaan seperti itu harus dilakukan karena uangnya tidak cukup. Sedangkan saat kami menerima existing (kondisi yang ada) saat itu, problemnya cukup besar. Perlu biaya tinggi sekali untuk memulihkan total. Tentunya saya harus memilah dulu fokus karena kondisi keuangan. Tidak seluruh kinerja organisasi perangkat daerah bisa maksimal.
Beritajatim.com:
Apa yang belum maksimal, Pak?
Hendy Siswanto:
Contoh: pariwisata. (Program sektor) pariwisata belum dilakukan sama sekali. Saat itu pandemi Covid selama satu tahun empat bulan. Begitu saya mau mengerjakan (sektor) wisata, uang sudah tidak ada, sudah dipakai untuk pekerjaan infrastruktur yang lain.
Namun ada 145 penghargaan selama 2021-2022 untuk Pemkab Jember. Ini yang membuat kami optimistis ke depan memperbaiki Jember lebih cepat lagi. Apapun itu, yang saya lakukan masih sangat kecil, masih sedikit, masih banyak kekurangan. [wir/kun]






