Sampang (beritajatim.com) – Sebanyak lima kasus Leptospirosis atau penyakit yang disebabkan oleh kencing tikus ditemukan di wilayah Kabupaten Sampang.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) setempat, membenarkan bahwa sejak tiga bulan pertama di tahun 2023 ini, ada lima kasus penyebaran bakteri lestospira.
“Leptospirosis ini merupakan penyakit yang mudah sekali menjangkit manusia, kerana bakteri Leptospira bisa masuk ke dalam tubuh melalui kulit, utamanya yang memiliki luka terbuka,” terangnya.
Agus mengimbau kepada warga untuk menghindari genangan air apalagi banjir, yang kemungkinan besar tercemar oleh urine tikus. Sehingga, rawan bagi warga apalagi yang mempunyai luka.
“Hindari genangan air, sebab salah satu penyebab terjangkit Leptospirosis tersebut karena terkena air yang bercampur dengan kencing tikus,” tegasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”leptospirosis”]
Berikut adalah gejala penyakit Leptospirosis yang dapat dirasakan oleh warga yang terinfeksi bakteri kencing tikus. diantaranya demam mendadak, lemah, mata merah, kekuningan pada kulit, sakit kepala dan nyeri otot betis.
“Jika gejala tersebut dirasakan, maka segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya.[sar/ted]






