Surabaya (beritajatim.com) – Jawa Timur sebagai provinsi memiliki kawasan hutan luas. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berharap kehutanan memegang peranan yang strategis.
“Jadi, kalau kita lihat Indonesia FoLU Net Sink 2030 ini harus diikuti oleh alokasi lahan yang selektif dan terkontrol,” kata Emil dalam Workshop FoLU Net Sink 2030 yang diselenggarakan Kementerian KLHK, PII dan Pemprov Jatim di Surabaya, Kamis (9/3/2023).
Emil menyebut rezim penataan ruang biasanya dicover daerah yang kawasan hutan tersebut langung hijau warnanya
“Di dalam kawasan hutan dirancang oleh planologi kehutanan, sedangkan tata ruang di luar kawasan hutan dirancang oleh penataan ruang,” ujar Emil.
“Kita tentu membutuhkan sebuah balance di antara kedua hal ini ada integrasinya juga, karena interaksi pola tata guna lahan dan juga mobilitas itu tidak bisa dipisahkan,” lanjutnya.
Saat menjadi Bupati Trenggalek yang setengah wilayahnya adalah kawasan hutan, Emil mencermati bahwa hutan bisa dibagi menjadi dua kategori, yaitu hutan yang ada di lahan kritikal atau kawasan konservasi.
“Inilah yang kemudian kita harapkan bahwa melalui PII ini bisa diadvokasi upaya untuk mengintegrasikan kedua hal ini menjadi lebih dalam lagi,” terang Emil.
Untuk itu, Emil menyampaikan kawasan hutan menjadi sangat penting untuk menjadi penyerap Emisi Gas Rumah Kaca.
“Kita juga melihat misalnya ada emisi-emisi yang berkaitan dengan sektor agro seperti ternak dan penggunaan pupuk inilah menjadi alasan rilis dari Greenhouse Gas Emission,” ungkapnya.
Dalam mitigasi perubahan iklim, Emil menyampaikan jika target dari kehutanan dan lahan gambut sebanyak 34 juta ton lebih.
“Kalau kita lihat memang kontribusinya untuk penurunan emisi ini kehutanan 4.450.000 ton,” ungkap Emil.
Komitmennya, menurut dia, ingin menjaga tutupan atau land cover serta memperkuat kawasan mangrove di semua wilayah pesisir.
“Karena kita punya coastal land yang luas, lalu juga bagimana degradasi hutan ini kita kurangi serta kita juga mengembangkan hutan-hutan tanaman,” tuturnya.
Untuk mencapai target FoLU Net Sink 2030 ini, Emil berharap mencegah deforestasi menjadi salah satu kontributor penting.
“Ditambah bagaimana kita mencoba mendorong emisi kegiatan seperti industri kendaraan pertanian, seyogyanya bisa kita kurangi,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”emil-dardak”]
Emil menyebut pada Februari 2023, dinas kehutanan telah melakukan koordinasi untuk FoLU Net Sink 2030 di Provinsi Jatim
“Sudah ada SK gubernur tahun 2023 yang membentuk tim pelaksanana penyusunan kerja sub national Indonesia FoLU 2030 untuk pengendalian klim di Jatim,” lanjutnya.
Emil menyampaikan Jatim dengan luas kawasan 1,36 juta hektare tidak bisa dilepaskan dengan penduduk 41 juta yang mana pelanggaran ke kawasan hutan tidak bisa dihindarkan
“Ini akan mempengaruhi actual potensi degradasi kawasan hutan seperti peristiwa banjir bandang yang mana menjadi warning bagi pemprov Jatim menjaga kawasan hutan kita,” pungkasnya.
Turut hadir dalam Workshop tersebut Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kemen-KLHK, Sekjen PII, Ketua Badan Kejuruan Teknik Kehutanan PII, dan Ketua Kejuruan Teknik PWK. [tok/but]






