Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak sembilan anak di Kabupaten Blitar mengidap diabetes. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menyebut ini bisa terjadi karena faktor pola makan dan genetik.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati menjelaskan, sembilan anak yang mengalami diabetes tersebut kini berada di rumah. Mereka menjalani rawat jalan.
“Tercatat sejak 2022 hingga sekarang ada sekitar sembilan anak yang mengalami diabetes ini kita akan rujuk dan konsultasikan dengan dokter spesialis,” kata Christine Indrawati, Kamis (9/3/2023).
Rencananya, sembilan anak pengidap diabetes tersebut akan dirujuk dan dikonsultasikan dengan dokter spesialis. Langkah ini dilakukan Dinkes Kabupaten Blitar untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dampak dari diabetes.
Baca Juga: Jumlah Sapi Yang Terserang Penyakit LSD di Blitar Terus Bertambah
Sembilan kasus diabetes anak ini tercatat dalam data Dinas Kesehatan sejak 2022 hingga awal 2023 ini. Rata-rata anak diabetes ini berusia 15 hingga 19 tahun.
Kondisi itu pun membuat Dinkes Kabupaten Blitar khawatir akan tumbuh kembang anak. Karena diabetes biasanya diiringi penyakit penyerta (komorbid) lainnya mulai dari obesitas hingga yang terparah adalah hipertensi.
“Rata-rata usia anak ini 15 hingga 19 tahun ya di mana saat itu tumbuh kembang anak sedang terjadi tapi justru sang anak mengalami penyakit diabetes,” imbuhnya
Jumlah anak pengidap diabetes di Kabupaten Blitar setiap tahunnya memang terbilang cukup tinggi. Pada 2020 lalu ada tujuh anak mengidap diabetes.
Jumlah tersebut meningkat drastis pada 2021 lalu mencapai 11 anak. Sementara hingga awal 2023 ini sudah ada sembilan anak di Kabupaten Blitar yang tercatat mengidap diabetes.
Baca Juga: 17 Anggota Presidium Terbentuk, Blitar Selatan Segera Urus Legal Standing
Diabetes pada anak di Kabupaten Blitar ini disebabkan oleh dua faktor. Pertama adalah pola konsumsi makanan.
Hasil observasi Dinkes Kabupaten Blitar, anak zaman sekarang lebih suka mengkonsumsi makanan dan minuman instan yang menggunakan bahan pemanis buatan. Sehingga potensi anak terkena diabetes semakin tinggi.
Dinkes Kabupaten Blitar pun mengimbau kepada orangtua untuk mengawasi pola makan anaknya.
“Tentu faktor makanan yang tidak sehat ya banyak yang mengkonsumsi makanan atau minuman instan atau junk food sehingga potensi anak terkena diabetes semakin tinggi,” kata Christine.
Selain faktor makanan penyebab diabetes pada anak juga disebabkan oleh genetika. Christine Indrawati menjelaskan bahwa penyakit diabetes melitus bisa diturunkan kepada anak.
Sehingga apabila orang tua sudah terjangkit penyakit diabetes maka sang anak berpotensi terkena penyakit diabetes juga.
“Genetika juga jadi faktor penyebab anak usia 15 hingga 19 tahun di kabupaten Blitar terkena penyakit diabetes tentunya harus diperlukan kesadaran baik dari orang tua maupun anak untuk menjaga pola makan yang sehat sehingga dapat terhindar dari penyakit tersebut,” pungkasnya. [owi/beq]






