Surabaya (beritajatim.com) – Dinar Wahyu Saptian atau biasa disapa Wahyu Kenzo memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk menjalankan aksinya menipu 25 korban dengan kerugian mencapai Rp 9 triliun.
Kapolres Kota Malang Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan para korban adalah member dari investasi robot trading Auto Trade Gold (ATG) yang dikelola Wahyu Kenzo. Para korban sebelumnya dijelaskan tentang mekanisme investasi robot trading dengan keuntungan yang lebih.
“Perlu kita pahami pada saat pandemi Covid dimana seluruh kegiatan aktivitas perekonomian ini terbatas. Sehingga, memberikan ruang pada masyarakat untuk melakukan bisnis melalui jaringan internet dan handphone,” ujar Budi Hermanto.
[berita-terkait number=”3″ tag=”wahyu-kenzo”]
Lebih lanjut Budi mengatakan, tersangka memberi iming-iming paket keuntungan yang menjanjikan, setelah April 2022 komunikasi member dan manajemen ATG terputus. Sehingga, dana yang ingin mereka tarik keuntungan atau withdraw ini tidak bisa dicairkan, itulah yang menjadi persoalan sehingga ATG ini banyak melapor.
Terkait 25 ribu member yang tergabung dalam ATG atau robot trading ini, polisi masih mencicil untuk menyampaikan kepada masyarakat yang menjadi korban untuk bisa berkomunikasi dengan Polda Jatim atau Polres Malang Kota.
” Pagi tadi ada laporan dari paguyuban pengguna Robot Trading, itu kurang lebih 500 orang member yang melapor dengan kerugian berkisar Rp 500 juta milyar sampai dengan Rp 1 triliun. Ini coba kami dalami,” ujarnya. [uci/ted]






