Jombang (beritajatim.com) – Semangkuk iga balungan berkuah kuning mendarat di atas meja. Masih hangat. Aroma rempah langsung menyeruak menusuk hidung. Ada taburan bawang goreng mengambang di atas kuah itu. Juga irisan daun bawang berwarna hijau. Menu tersebut semakin lengkap ketika sepiring nasi putih juga mendarat di sampingnya.
Sutono (57) yang duduk di depan menu itu langsung bereaksi. Dari aroma yang menyebar, Sutono membayangkan rasa lezat khas rempah pada masakan itu. Dia seakan tak sabar ingin segera menikmati sajian di hadapannya. Sutono lalu mengguyurkan kuah warna kuning ke atas permukaan nasi. Empat potong iga balungan juga dipindahkan dari mangkuk ke atas piring.
Sendok yang ada di tangan pria asal Kecamatan Peterongan ini pun bergerak. Sesedok demi sesedok nasi balungan itu ia santap. Begitu masuk mulut, rasa gurih bercampur pedas menyebar memanjakan lidah. Sudah begitu aroma rempah juga sangat kuat. Semua semakin sempurna dengan daging sangat lembut dan lunak. Bahkan daging sapi itu terpisah sendiri dari tulangnya.
BACA JUGA:
Lontong Cap Go Meh Perpaduan Budaya Santri, Jawa, dan China
“Rasanya mantap. Bumbu meresap ke dalam daging dan tulang. Aroma rempah dan pedasnya sangat berimbang. Sudah begitu daging sapi yang dimasak juga teksturnya lembut dan lunak. Jadi daging yang menempel tulang tidak susah ketika kita nikmati,” ujar Sutono ketika menikmati ‘Kuliner Balungan Mojo9’ yang berada di Jl Raya Mojosongo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, Selasa (7/3/2023).
Lokasi rumah makan ini sangat strategis. Sekitar 1,5 KM arah selatan Stasiun Jombang. Kawasan tersebut merupakan salah satu sentra kuliner di Jombang. Sepanjang jalan berdiri warung dan rumah makan. Yang paling banyak adalah menu nasi kikil. Sedangkan menu Balungan Mojo9 adalah satu-satunya. Baru dibuka satu tahun ini dan langsung mendapat sambutan hangat.
Pengunjung kuliner balungan itu semakin hari semakin ramai. Apalagi, lokasinya berada di tepi jalan raya menuju area wisata religi makam Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid). Rumah makan ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.
Bermula dari Hobi

Kuliner Balungan Mojo9 Jombang adalah milik Ma’rifah (48). Wanita berjilbab ini pula yang meracik bumbu rempah dipadu dengan santan. Racikan itu semakin nendang dengan cita rasa pedas. Resep tersebut bukan muncul begitu saja. Namun Ma’rifah melakukan riset berkali-kali. Bahkan dirinya juga harus rajin mendatangi kuliner serupa di luar kota untuk perbandingan.
Setelah formula ketemu, Ma’rifah kemudian membuka usaha kuliner tersebut di Jl Raya Mojosongo atau di samping rumahnya. Seiring laju waktu, tempat makan itu dikenal orang. Para pelanggan pun berdatangan. Pada hari biasa, Kuliner Balungan Mojo9 terjual antara 50 hingga 80 porsi per hari.
Namun permintaan itu meningkat tajam ketika hari libur atau Sabtu dan Minggu. Dalam satu hari, kuliner ini bisa menghabiskan 100 hingga 150 porsi. “Mungkin kalau pas libur banyak yang berziarah ke makam Gus Dur. Apalagi balungan iga ini beda sendiri. Karena di kawasan ini yang banyak warung kikil,” kata Ning Ifa, panggilan akrab Ma’rifah.
BACA JUGA:
Menikmati Nasi Bakar Bikin Kenyang Pol di Maospati Magetan
Ning Ifa berkisah, selama ini dirinya memang penghobi kuliner. Berbagai rumah makan terkenal pernah dicobanya. Nah, agar hobi itu bermanfaat, Ning Ifa akhirnya mendirikan Kuliner Balungan Mojo9. Resep yang digunakan sangat komplet, selain santan juga menggunakan rempah-rempah nusantara serta bumbu lainnya.
Maka tidak heran, selain lezat saat disantap, Balungan Mojo9 juga membuat badan terasa hangat. Sudah begitu daging balungan iga juga lunak dan lembut. Soal itu, Ning Ifa membocorkan resepnya. Yakni, daging itu bukan hanya dimasak sekali. “Masak dagingnya sampai dua kali. Lalu dicampur dengan bumbu dan rempah. Sehingga dagingnya lembut, bumbunya juga meresap,” ujarnya.
BACA JUGA:
Nikmatnya Santap Iga Gongso di Mbah Djoe Resort Magetan, Makan Sambil Lihat Gunung
Menurut Ning Ifa, pelanggan Balungan Mojo9 berasal dari berbagai kalangan. Mulai orang rumahan, hingga rombongan peziarah makam Gus Dur. Juga dari kalangan perkantoran. Mulai dari kantor Pemkab (Pemerintah Kabupaten) hingga kantor DPRD Jombang.
Soal harga, ‘Kuliner Balungan Mojo9’ tidak membuat kantung bolong. Karena satu porsi balungan hanya dipatok Rp 25 ribu. “Selain balungan, ada juga menu krengsengan. Harganya sama, Rp 25 ribu per porsi,” ujar Ning Ifa sembari menunjukkan dua menu andalan yang ada di rumah makan miliknya. [suf/ted]






