Surabaya (beritajatim.com) – DPD Gerindra Jawa Timur akhirnya buka suara atas ramainya keputusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) yang meminta ke KPU agar tahapan Pemilu ditunda.
Bendahara DPD Partai Gerindra Jatim, Muhammad Fawait (Gus Fawait) menegaskan, pihaknya akan sami’na waatho’nah terhadap sikap dan keputusan DPP Gerindra. Ia mewanti-wanti semua pihak tidak bertentangan dengan undang-undang.
“Kalau kami menyerahkan sepenuhnya pada keputusan DPP Gerindra. Kami yakin bahwa semua pihak akan mematuhi aturan yang ada, termasuk tidak mungkin membuat aturan yang bertentangan dengan aturan UUD 1945,” kata Fawait, Selasa (7/3/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”gerindra-jatim”]
Gus Fawait menyatakan gaduh keputusan PN Jakpus tersebut tidak akan mengganggu persiapan partainya di Jatim. Pihaknya selalu siap kapanpun pemilihan umum akan digelar. “Kami di Fraksi Gerindra Jatim tidak mau melihat kegaduhan ini bisa membuat semangat kendor, bagi kami pemilu mau dekat atau jauh semua kami siap,” kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim ini.
“Dan, anggota Fraksi Gerindra Jatim sesuai pesan Ketum Pak Prabowo akan selalu hadir di tengah masyarakat. Dan, menjadi solusi ketika masyarakat punya masalah itu yang akan membuat Gerindra akan selalu ada di hati masyarakat Jatim dan kami yakin akan menang di pileg mendatang, serta mengantar Pak Prabowo Presiden,” imbuhnya.
Gus Fawait ini menyatakan, kader di Jatim tetap tancap gas apapun keputusan yang terjadi ke depan. Utamanya, kader akan bekerja keras menekan angka kemiskinan di Jatim. “Terkait gaduh putusan PN Jakpus kami menyerahkan sepenuhnya ke DPP Gerindra, kami akan konsolidasi dan menyapa masyarakat sesuai pesan ketum,” jelasnya.
‘Tugas Fraksi Gerindra membantu pengentasan kemiskinan, karena di Jatim masih memiliki pekerjaan rumah kemiskinan yang angkanya di atas rata-rata nasional. Dan, tugas kami mengawal kebijakan Bu Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang pro rakyat,” pungkasnya. (tok/kun)






