Malang (beritajatim.com) – Guna mendorong kenaikan nilai jual serta daya saing produk berupa telur, Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Malang mengkampanyekan Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV).
Hal itu dilakukan YLK Malang dalam Pelatihan Kampanye dan Advokasi Kelompok Konsumen untuk Keamanan dan Kesejahteraan Hewan pada Rantai Pasok Pangan di Indonesia.
Ketua YLK Malang, Ary Widy Hartono mengatakan, pihaknya telah mempresentasikan NKV itu di hadapan YLKI, LPKSM se-Indonesia dan Organisasi Wanita se-DKI Jakarta pada 3-4 Maret 2023 lalu.
Menurut Ary, pangan merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting bagi manusia. Konsumsi pangan yang sehat dan aman menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk memastikan kesehatan dan kualitas hidup yang baik bagi manusia.
“Keamanan pangan menjadi isu yang sangat penting di era globalisasi ini. Salah satu produk pangan yang paling banyak dikonsumsi adalah telur,” ungkap Ary Widy Hartono yang juga Mahasiswa Program Doktor Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (7/3/2023).
Ary menjelaskan, telur yang dihasilkan oleh peternak harus memenuhi standar keamanan pangan agar dapat dikonsumsi dengan aman oleh manusia. Namun, masih banyak peternak ayam petelur yang belum memahami tentang pentingnya sertifikasi NKV (Nomor Kontrol Veteriner) dalam usaha peternakan ayam petelur.
“Padahal NKV merupakan sertifikat yang diberikan oleh pihak terkait yang menunjukkan bahwa produk peternakan sudah memenuhi standar keamanan pangan dan kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan pada unit usaha pangan asal hewan,” beber Ary.
Ary memaparkan, Sertifikasi NKV penting untuk usaha peternakan ayam petelur karena memberikan jaminan dan perlindungan kepada masyarakat bahwa produk hewan yang dibeli atau dikonsumsi, adalah aman. Serta, berasal dari sarana usaha yang telah memenuhi persyaratan kesehatan masyarakat veteriner yang diawasi pemerintah.
“Sertifikasi NKV juga mendukung terwujudnya kesehatan dan ketentraman batin masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing produk pangan hewan di pasaran,” tegas Ary.
Pengusaha ayam petelur, sambung dia, akan mendapatkan manfaat dan keuntungan setelah memperoleh sertifikasi NKV. Dengan sertifikasi NKV, pengusaha ayam petelur dapat memastikan bahwa produk hewannya aman dan layak untuk didistribusikan.
“Ini akan meningkatkan daya saing produk mereka di pasar domestik dan membuka peluang ekspor dengan adanya jaminan dari pemerintah. Selain itu, sertifikasi NKV juga akan mengurangi risiko tuntutan hukum yang disebabkan oleh masalah higienitas atau kualitas produk hewan,” tuturnya.
Ary menambahkan, dengan pemahaman yang lebih baik tentang NKV, diharapkan pengusaha dapat memenuhi standar keamanan pangan yang diwajibkan dan meningkatkan nilai jual serta daya saing produk telur. [yog/but]






