Surabaya (beritajatim.com) – Pembenahan wasit menjadi salah satu agenda Erick Thohir. Ketua Umum PSSI baru itu mengingingkan perubahan yang lebih baik pada federasi dan kompetisi musim depan. Satu hal yang disoroti adalah kinerja wasit.
Di depan suporter Persebaya Surabaya alias Bonek, Erick menyampaikan kalau sepak bolanya bersih maka secara otomatis salah satu yang harus diperbaiki adalah kinerja wasit.
“Wasit memang harus diperbaiki tetapi kita tidak boleh menyalahkan dulu. Mengapa mereka berbuat seperti itu. Ada alasan mereka seperti itu k. Kita lihat dulu karena kita tahu gaji wasit memang tertinggi di atas perangkat lainnya,” ungkap Erick.
Lebih lanjut dikatakan Erick, ada tiga aspek yang harus dibenahi untuk kualitas wasit Indonesia. Pertama adalah penataan jadwal penugasan wasit yang dulunya amburadul setelah ini harusnya memiliki jadwal yang jelas .
“Penataan jadwal ulang untuk penugasan wasit d. Dimana dalam satu musim setiap wasit bisa memimpin pertandingan 10 hingga 15 kali dalam kompetisi. Kalau punya kepastian jadwal, penugasan liga satu musim maksimal 15 kali tugas, paling tidak standar hidupnya sudah lebih baik,” ucap Erick.
Kedua adalah memberikan asuransi kepada wasit. “Supaya jika cedera atau sakit ada asuransi yang menjamin mereka,” kata Erick.
[berita-terkait number=”3″ tag=”erick-thohir”]
Barulah yang ketiga adalah memberikan fasilitas trainning khusus untuk wasit. Baik untuk wasit baru maupun untuk upgrade lisense wasit.
“Kenapa kita butuh adanya fasilitas trainning? Karena supaya jika ada wasit yang melakukan peningkatan hingga kelasnya FIFA, kami juga punya fasilitas penunjang. Karena jika tidak ada penunjang, bagaimana ada perubahan. Maka tugas dari komite wasit ini untuk mengecaek semua. Mulai dari pembentukan hingga bagaimana tugas mereka mengarah atau tidak ke match fixing,” tutupnya.
Sekadar diketahui, banyaknya keluhan macth fixing di sepak bola menjadi pekerjaan utama Erick Tohir sebagai Ketua PSSI yang baru. [way/but]






