Jember (beritajatim.com) – Komisi C DPRD Jember, Jawa Timur, menilai masih banyak persoalan selama dua tahun pemerintahan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Firjaun Barlaman yang harus diselesaikan pada sisa masa kepemimpinan.
Ketua Komisi C Budi Wicaksono menyebut sampah sebagai salah satu persoalan yang harus segera diatasi. “Kita harus cari terobosan agar ada daur ulang. Kalau sampah ditumpuk terus, otomatis menambah lahan (tempat pembuangan akhir). Bupati paling tidak alokasikan anggaran untuk pembelian mesin daur ulang,” katanya, Minggu (5/3/2023).
Budi ingin agar sampah-sampah dimanfaatkan. “Contoh: bisa digunakan untuk bahan pabrik semen Imasco. Plastik di Jember bisa dikirim ke sana,” katanya.
Komisi C mengakui pembangunan infrastruktur jalan selama ini sudah berjalan baik melalui proyek tahun jamak. Namun masih ada jalan yang rusak kembali. Budi meminta agar kondisi jalan dievaluasi jelang lebaran. “Unit reaksi cepat masih belum berjalan karena material (aspal) tidak ada. Menjelang Ramadan dan hari raya, kalau ada jalan berlubang, masyarakat pasti mengeluh,” kata Budi.
Budi sudah menghubungi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk segera menangani. “Unit reaksi cepat masih menunggu pengadaan barang aspal, karena stok habis untuk tambal sulam jalan-jalan di desa-desa. Perlu penyikapan cepat,” katanya.
Kondisi jalan ini harus dipelihara. Budi meminta kepada Dinas Perhubungan agar mencari cara untuk mengantisipasi truk yang melebihi kapasitas angkut (ODOL atau Over Dimension Overloading). “Banyak armada yang melebih tonase, paling tidak Dinas Perhubungan harus berani. Sosialisasi di jalan-jalan hendaknya dianggarkan,” kata Budi.
Sementara itu untuk penataan aset, Budi menekankan kepada Pemkab Jember agar lebih maksimal. Sejumlah aset harus diperjelas statusnya. “Temuan Badan Pemeriksa Keuangan adalah aset-aset pemkab perlu ditertibkan,” katanya.
Budi meminta kepada Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Jember agar benar-benar matang dalam merencanakan pembangunan. Dengan demikian pembangunan yang dilaksanakan tepat sasaran dan bisa dilaksanakan dengan baik, efektif, dan efisien.
Terakhir, Budi menyoroti kurang maksimalnya Pendapatan asli daerah (PAD) dua tahun belakangan karena kurangnya peralatan penertiban papan dan banner reklame tak berizin. “Peralatan untuk menurunkan banner reklame yang tak berizin baru dianggarkan tahun ini. Kalau (kemarin) punya mobil khusus untuk menurunkan reklame tak berizin, pendapatannya akan lebih besar,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Bupati-Hendy-Siswanto”]
Budi sudah menyampaikan ke Dinas Pendapatan Daerah untuk membeli dua unit mobil khusus. “Tagline Jember Keren, masa menurunkan banner pakai bambu. Tidak keren. Jadi harus punya mobil khusus untuk menurunkan reklame tak berizin agar PAD Jember lebih maksimal,” katanya.
Hendy dan Firjaun dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Kabupaten Jember oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 26 Februari 2021. Mereka terpilih setelah memenangi pemilihan kepala daerah yang diselenggarakan pada 9 Desember 2020.
Duet yang diusung Partai Gerindra, Partai Nasional Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Demokrat ini memperoleh dukungan 489.794 suara (46,60 persen).
Mereka mengalahkan pasangan Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto yang memperoleh 328.729 suara (31,27 persen) dan pasangan Abdussalam-Ifan Ariadna yang mendapatkan 232.648 suara (22,13 persen). [wir/but]






