Ponorogo (beritajatim.com) – Pembangunan Monumen Reog Ponorogo ternyata berada di lokasi yang strategis. Ya, itulah komentar pertama Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa saat meninjau langsung ke lokasi yang rencananya akan dibangun monumen setinggi 126 meter tersebut.
Lokasi pembangunan Monumen Reog Ponorogo itu berada Gunung Gamping di Kecamatan Sampung, yang merupakan perbatasan langsung dengan Kabupaten Magetan. Artinya, monumen yang menelan anggaran senilai Rp 85 miliar dengan pengerjaan multiyears itu, terkoneksi langsung ke destinasi wisata Kabupaten tetangga.
Baca Juga: Inilah Pemenang Tender Monumen dan Museum Reog Ponorogo
Yakni Telaga Sarangan di Kabupaten Magetan dan Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Selain itu, lokasinya yang berada di barat kota, juga terkoneksi dengan Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.
“Lokasi pembangunan Monumen Reog Ponorogo ini merupakan kawasan pariwisata yang potensial marketnya. Jarak tempuh ke Telaga Sarangan maupun ke Tawangmangu hanya 30 menit,” ungkap Khofifah, ditulis Sabtu (04/03/2023).
Untuk mewujudkan monumen yang digadang-gadang tingginya melebihi Graha Wisnu Kencana (GWK) di Bali itu, pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim juga ikut cawe-cawe. Pemprov Jatim juga menggelontorkan bantuan keuangan sebesar Rp 30 miliar untuk pembangunan monumen Reog itu.
Selain itu, Gubernur Khofifah juga sedang mengupayakan untuk menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Rakyat (PUPR). Orang nomor satu di Jatim itu, ingin kementerian PUPR untuk memperlebar akses jalan menuju kawasan Monumen Reog Ponorogo.
“Kalau ada kaitan dengan jalan, bisa. Jadi lebar jalannya diatas 7 meter. Sedangkan untuk pembangunan sayap-sayapnya Pak Bupati bisa mencari investor untuk pembangunannya,” katanya.
Di sisi lain, Bupati Sugiri Sancoko mengungkapkan bahwa dalam tahap awal pembangunan Museum Reog Ponorogo dianggarkan sebesar Rp 35 miliar. Sugiri menyebutkan bahwa pemasangan batu pertama (ground breaking) akan direncanakan dilakukan pada minggu depan.
“Pekerjaan fisik minggu depan sudah bisa dimulai. Saat ini baru proses memasuki pematangan lahan,” pungkasnya. (end/ted)






